Keyakinan Erick Thohir Soal Raksasa Industri RI
Jum'at, 12 Februari 2021 - 20:11 WIB
loading...
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir, menilai sektor industri di dalam negeri akan menjadi bisnis raksasa. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir , menilai sektor industri di dalam negeri akan menjadi bisnis raksasa. Kondisi yang membuat hampir seluruh lini usaha menjadi lesu, menurutnya akan bangkit dari tekanan usai pandemi.
Baca Juga: Erick Thohir Ajak Lutfi, Teten hingga Bahlil Masuk Tim Bank Syariah Indonesia
Pemerintah mencatat pandemi Covid-19 menjadi momentum penting bagi sektor industri untuk berbenah diri. Dengan begitu, pasca pandemi semua lini bisnis diyakini akan kembali bergeliat.
"Sekarang dengan Covid-19 dan pasca Covid nanti, justru ini menjadi kesempatan kita menjadi raksasa yang tadinya tertidur, sekarang terbangunkan. Bukan hanya ekonomi syariah saja, tapi juga di industri lainnya," ujar Erick Jumat (12/2/2021).
Keyakinan itu didasari pada penilaian bahwa Indonesia merupakan pasar potensial. Potensi itu harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Tanah Air. Sementara pemerintah akan mendorong upaya pemulihan dari berbagai program stimulus ekonomi dan kesehatan.
Khusus untuk ekonomi syariah, kata Erick, fundamentalnya sangat kokoh. Bahkan melebihi ekonomi konvensional. Secara pertumbuhan, persentase pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia rata-rata di angka 17-18%, sementara bank konvensional berada di level 11 persen.
Baca Juga: Erick Thohir Ajak Lutfi, Teten hingga Bahlil Masuk Tim Bank Syariah Indonesia
Pemerintah mencatat pandemi Covid-19 menjadi momentum penting bagi sektor industri untuk berbenah diri. Dengan begitu, pasca pandemi semua lini bisnis diyakini akan kembali bergeliat.
"Sekarang dengan Covid-19 dan pasca Covid nanti, justru ini menjadi kesempatan kita menjadi raksasa yang tadinya tertidur, sekarang terbangunkan. Bukan hanya ekonomi syariah saja, tapi juga di industri lainnya," ujar Erick Jumat (12/2/2021).
Keyakinan itu didasari pada penilaian bahwa Indonesia merupakan pasar potensial. Potensi itu harus dimanfaatkan oleh pelaku usaha di Tanah Air. Sementara pemerintah akan mendorong upaya pemulihan dari berbagai program stimulus ekonomi dan kesehatan.
Khusus untuk ekonomi syariah, kata Erick, fundamentalnya sangat kokoh. Bahkan melebihi ekonomi konvensional. Secara pertumbuhan, persentase pertumbuhan perbankan syariah di Indonesia rata-rata di angka 17-18%, sementara bank konvensional berada di level 11 persen.
Lihat Juga :