Diskon Pajak Hanya untuk Mobil di Bawah 1.500 cc, Ada Kemungkinan Berubah

Selasa, 16 Februari 2021 - 14:41 WIB
loading...
Diskon Pajak Hanya untuk...
Pemerintah membuka kemungkinan untuk merelaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) mobil baru di atas 1.500 cc. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pemerintah membuka kemungkinan untuk merelaksasi Pajak Penjualan Barang Mewah (PPnBM) mobil baru di atas 1.500 cc. Sebelumnya disebutkan bahwa insentif PPnBM hanya diberikan kepada mobil dengan kriteria tertentu yakni kepada mobil penumpang 4x2, termasuk sedan dengan kubikasi mesin kurang dari 1.500 cc, dengan kandungan lokal 70%.

Baca Juga: Agar Tak Bingung, Gaikindo Harap Aturan PPnBM Nol Persen Bisa Cepat Keluar

Sekretaris Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Susiwijono Moegiarso mengatakan, kemungkinan tersebut akan tergantung dari hasil evaluasi pada tiga bulan pertama relaksasi, yakni penurunan 100% untuk segmen di bawah 1.500 cc.

“Kemungkinan untuk kebijakan dengan kategori segmen di atas 1.500 cc, bergantung pada hasil evaluasi atau efektivitas di tiga bulan pertama (penurunan 100 persen untuk segmen di bawah 1.500 cc),” ujar Susiwijono dalam video di Jakarta, Selasa (16/2/2021).

Kata dia, melalui relaksasi PPnBM, kebijakan tersebut dapat menjadi daya ungkit pertumbuhan ekonomi mulai kuartal I 2021. Karenanya, kebijakan kini akan segera dimulai pada Maret 2021.

“Melalui kebijakan ini, harapannya bisa mendorong konsumsi rumah tangga yang share-nya terhadap produk domestik bruto (PDB) 57,6%. Kemudian dari sisi supply juga untuk mendorong industri manufaktur yang share-nya 19,8%. Dua sisi ini yang ingin kita jangkau melalui kebijakan relaksasi PPnBM kendaraan bermotor,” katanya.

Baca Juga: Bebas PPnBM, Ini Perkiraan Harga Baru Low MPV di Indonesia

Dia menambahkan, kondisi industri kendaraan bermotor yang mengalami pukulan cukup dalam akibat pandemi. Sepanjang 2020, terjadi penurunan penjualan motor hingga 43,57%, penjualan mobil turun 48,35%, dan penjualan suku cadang turun 23%.

"Kondisi ini membawa dampak yang luas bagi sektor industri lainnya. Sebab dalam menjalankan bisnisnya, industri otomotif memiliki keterkaitan dengan industri lainnya (industri pendukung)," tandasnya.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Daftar Mobil Hybrid...
Daftar Mobil Hybrid yang Bakal Kecipratan Insentif Diskon Pajak 3% Mulai 2025
Gaet Produsen EV Dunia,...
Gaet Produsen EV Dunia, Insentif PPnBM DTP dan Impor Kendaraan Listrik Diberikan hingga 2025
Pandemi Usai, Pemerintah...
Pandemi Usai, Pemerintah Bakal Tetap Guyur Insentif di Tahun Ini
Gaikindo Sebut Kebijakan...
Gaikindo Sebut Kebijakan PPnBM DTP Dongkrak Kinerja Industri Otomotif
Menko Airlangga: Insentif...
Menko Airlangga: Insentif PPnBM Bikin Penjualan Mobil Melesat 65 Persen
Akselerasi Ekonomi,...
Akselerasi Ekonomi, Relaksasi PPnBM Dorong Sektor Otomotif Pulih Lebih Cepat
Pajak Avanza di RI 30...
Pajak Avanza di RI 30 Kali Lipat Lebih Mahal dari Thailand, Gaikindo: Tertinggi di Dunia!
Prediksi Harga iPhone...
Prediksi Harga iPhone setelah Bea Masuk Produk AS ke Indonesia 0%
Pintu Tertutup untuk...
Pintu Tertutup untuk Mobil Hybrid: Pemerintah Tegas, Insentif Tak Akan Bertambah, Ini Alasannya
Rekomendasi
Pernikahan Jennifer...
Pernikahan Jennifer Coppen dan Justin Hubner Digarap EO Milik Thariq Halilintar
Kemenhaj Ajukan Tambahan...
Kemenhaj Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,8 Triliun untuk Tahun 2027
Kapolda Riau Gaungkan...
Kapolda Riau Gaungkan Polisi Penjaga Peradaban di Dies Natalis Ke-80 STIK Polri
Berita Terkini
Pelajari Investasi,...
Pelajari Investasi, Mahasiswa Universitas IBA Palembang & Universitas Tazkia Kunjungi MNC Sekuritas
IHSG Ditutup Memerah...
IHSG Ditutup Memerah ke Posisi 6.220, Ada 403 Saham Berjatuhan
Dokumen Rahasia Bocor!...
Dokumen Rahasia Bocor! Qatar Diam-diam Tawarkan Kesepakatan Gelap ke Iran
Menhub Minta Tambahan...
Menhub Minta Tambahan Anggaran Rp20 Triliun, Buat Apa?
Purbaya Temui Menkeu...
Purbaya Temui Menkeu China, Perkuat Kerja Sama Pembiayaan dan Investasi
Harga Minyak Dunia Anjlok,...
Harga Minyak Dunia Anjlok, Kapan Pertamax Ikut Turun?
Infografis
Profil Prof Soenardi...
Profil Prof Soenardi Prawirohatmodjo, Namanya Ada di Ijazah Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved