KEK Pariwisata MNC Lido City Bakal Bangkitkan Ekonomi Kabupaten Bogor

Jum'at, 19 Februari 2021 - 18:58 WIB
loading...
KEK Pariwisata MNC Lido City Bakal Bangkitkan Ekonomi Kabupaten Bogor
Suasana Rapat Bahas KEK MNC Lido City. FOTO/Taufik Fajar
A A A
BOGOR - Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bogor, Burhanudin menyebut pihaknya berkomitmen untuk mendorong percepatan Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK Pariwisata), MNC Lido City yang berada di Kabupaten Bogor.

Menurut dia, dari segi regulasi tata ruang atau Perda tata ruang, Pemda Kabupaten Bogor sudah memayungi KEK Pariwisata MNC Lido City tersebut. Bahkan, kata Burhanudin MNC Lido City akan memajukkan perekonomian Kabupaten Bogor bagian selatan.

"Saya kira (MNC Lido City), akan menjadi salah satu bangkitkan ekonomi di Kabupaten Bogor bagian selatan. Sedangkan bagian timur ada Jonggol dan di tengah ada Jonggol tengah Cibinong dan Sentul City," ungkap dia.

Baca Juga: KEK Pariwisata MNC Lido City Bisa Berikan Manfaat Bagi Lingkungan Sekitar

Dia menjelaskan komitmen pemerintah daerah untuk memayungi ini yakni dengan mendorong percepatan. Di mana pada saat rapat bersama dengan pemerintah pusat sudah dilakukan pembangian tugas masing-masing.

"Hari ini sudah ditindaklanjuti secara teknis operasional yakni siapa mengerjakan apa sesuai kewenangan masing-masing. Tadi juga disampaikan pimpinan rapat ini pararel sekaligus Peraturan Pemerintah (PP), yang akan segera naik ke Presiden Jokowi," tandas dia.

Baca Juga: Optimistis Jadi Motor Ekonomi, Pemprov Jabar Kawal Pembangunan KEK Lido

Sebelumnya, MNC Lido City, salah satu mega proyek yang sedang dikembangkan oleh PT MNC Land Tbk (KPIG) telah mendapatkan persetujuan dari Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus sebagai Kawasan Ekonomi Khusus Pariwisata (KEK Pariwisata).

Dengan didapatkannya status KEK Pariwisata, Badan Usaha dan Pelaku Usaha di kawasan MNC Lido City akan menikmati berbagai kemudahan dan fasilitas insentif perpajakan sesuai Peraturan Menteri Keuangan Nomor 237/PMK.010/2020, antara lain diberikannya insentif pajak penghasilan, pajak pertambahan nilai dan pajak penjualan atas barang mewah, bea masuk dan pajak dalam rangka impor, cukai, serta berbagai kemudahan perijinan lainnya.
(nng)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2035 seconds (11.97#12.26)