Pacu Ekspor ke Australia, Mendag Lutfi Rayu Pabrikan Mobil Jepang

Kamis, 25 Februari 2021 - 18:05 WIB
loading...
Pacu Ekspor ke Australia,...
Menteri Perdagangan (Mendag) Muhamad Lutfi. Foto/Dok Kemendag
A A A
JAKARTA - Demi mendorong pertumbuhan ekspor industri otomotif, Kementerian Perdagangan (Kemendag) akan melakukan langkah persuasif kepada pabrikan mobil Jepang. Salah satu tujuannya adalah mendorong ekspor mobil ke Australia.

"Saya sudah meminta waktu untuk berbicara kepada principal di Jepang, karena produksi mobil Indonesia banyak yang dari Jepang, untuk memastikan mereka memakai fasilitas Indonesia untuk mengekspor mobil mereka ke mancanegara," kata Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi pada Konferensi pers secara virtual, Kamis (25/2/2021).

(Baca juga: Soal Tesla Pilih India, Luhut: Kami Tak Pernah Bicara Pabrik Mobil )

Fasilitas yang dimaksud adalah perjanjian dagang yang dimiliki oleh Indonesia, seperti Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Australia (IA-CEPA). Dia menjelaskan, pasar mobil negeri Kangguru tersebut mempunyai konsumsi pasar mobil besar, yaitu sekitar 1,2 juta unit per tahunnya.

"Saat ini Indonesia menikmati nol persen ke pasar tersebut dengan IA - CEPA. Saya akan berbicara dengan para pabrikan Jepang bahwa kita mendapatkan alokasi ekspor ke sana (Australia)," jelas mantan Dubes RI untuk Jepang itu.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tinggalkan Jas dan Dasi,...
Tinggalkan Jas dan Dasi, Pekerja Kantoran di Jepang Boleh Pakai Celana Pendek dan Kaus Oblong
Minat Berkurang, Harga...
Minat Berkurang, Harga Patokan Ekspor Emas Turun di Periode Juli 2026
Hutan Gundul, Cadangan...
Hutan Gundul, Cadangan Devisa Menguap! Mantan Menkeu Bongkar Patgulipat Ekspor Tambang
Mantan Menkeu Ungkap...
Mantan Menkeu Ungkap 3 Gol Besar Sistem Ekspor Satu Pintu yang Dipuji S&P
Ekonomi China Kuartal...
Ekonomi China Kuartal II Tumbuh 4,3%, Terendah dalam 3 Tahun Terakhir
Pemerintah NSW Beri...
Pemerintah NSW Beri Jalur Cepat Proyek Sydney Senilai Rp25 T Besutan Iwan Sunito
Apa Itu Kokushobi? Cuaca...
Apa Itu Kokushobi? Cuaca Ekstrem yang Terjadi Pertama Kalinya di Jepang
10 Negara Paling Cocok...
10 Negara Paling Cocok untuk Solo Traveling, Aman dan Ramah Wisatawan
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Rekomendasi
Viral, Beruang Besar...
Viral, Beruang Besar Ini Nangkring di Atas Tiang Listrik
Malaysia Tak Takut Ancaman...
Malaysia Tak Takut Ancaman AS, PM Anwar Ibrahim Tetap Akan Usir Seluruh Warga Israel
Uang Senilai Rp185 Miliar...
Uang Senilai Rp185 Miliar dan 40 Kg Emas Disita, Lagi-lagi Terkait Korupsi Wakil Menteri
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
Infografis
Perbandingan Jet Tempur...
Perbandingan Jet Tempur J-15 China dan F-15 Jepang, Mana Lebih Hebat?
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved