Sebelum Berderma, Ini Tips agar Penerima Barang Tidak Kecewa

Senin, 18 Mei 2020 - 15:43 WIB
loading...
Sebelum Berderma, Ini...
bagi-bagi sembako
A A A
JAKARTA - Lebaran tinggal sepekan lagi. Hari-hari ini orang yang dianugerahi kelebihan rezeki sibuk menyiapkan dan membagikan paket berisi kue dan sembako ke kelompok kurang beruntung di lingkungannya.

Ini tentu layak diapresiasi, sebagai tanda bahwa kepedulian sosial di negara kita masih tinggi. Pantas jika Indonesia dinobatkan sebagai negeri paling dermawan sedunia menurut suvei CAF (Charities Aid Foundation) Giving Index 2018.

Namun kaum dermawan hendaknya berhati-hati dalam berbelanja material yang akan dibagikan. Apa lagi saat ini orang sedang senang-senangnya berbelanja kebutuhan sehari-hari melalui platform dijital. Maklum, selain lebih praktis, cepat, juga mudah dan efisien.

Tanpa kehati-hatian, maksud hati membantu orang yang sedang kesusahan malah bisa menambah derita mereka. Data dari Komunitas Konsumen Indonesia (KKI) menunjukkan di situs-situs belanja daring masih ditemukan adanya penjualan barang/produk makanan dan minuman yang diduga telah kedaluarsa.

Biasanya itu dilakukan dengan modus melakukan pengemasan ulang atau mengganti tanggal kedaluarsa secara ilegal.

Sebelum berbelanja secara daring, ada baiknya Anda menyimak tips yang disampaikan oleh Ketua Komunitas Konsumen Indonesia (KKI), David Tobing, melalui SINDOnews, Jumat (15/5) pekan lalu:

Pertama, pengguna marketplace hendaknya membeli sesuai dengan kebutuhan, jangan berdasarkan kemauan. Kalau tidak butuh, ya, tahan dulu untuk membeli. Ini akar dari masalah. “Jika sudah karena kemauan, ada penawaran harga miring langsung diambil, apalagi kalau bisa kredit. Padahal miring di sini mengandung resiko. Resiko paling mungkin adalah barangnya palsu atau asli tapi cacat, atau asli tapi bekas,” tuturnya.

Kedua. jika ada penawaran barang yang jauh lebih murah dari harga umum, lakukanlah pengecekan terhadap spesifikasi barang. “Karena bagaimanapun pengusaha tak mungkin jual rugi,” katanya.

Ketiga, apabila ada barang yang kemasannya tidak familiar, tidak pernah kita lihat, harus cek pembanding ke produsen yang memproduksi makanan tersebut. “Apa benar ada kemasan dan ukuran seperti itu. Jika tidak, kemungkinan itu barang palsu atau cacat reproduksi, bisa juga kedaluarsa,” tuturnya.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Euforia Pesta Belanja...
Euforia Pesta Belanja Tengah Tahun, Watsons 6.6 Mid Year Sale Makin Nyaman
Jembatan Brand dan Konsumen...
Jembatan Brand dan Konsumen di Era Digital, Belicept Hadir sebagai Official Collaboration Store
Rayakan 185 Tahun Bangun...
Rayakan 185 Tahun Bangun 17.000 Toko! Watsons Hadirkan Apresiasi dan Promo Spesial
Industri Parfum Lokal...
Industri Parfum Lokal Dinilai Makin Berkembang di Tengah Meningkatnya Minat Konsumen
Saatnya Ubah Wishlist...
Saatnya Ubah Wishlist ke Checkout lewat Watsons 5.5 Ultimate Sale
Cegah Barang Palsu dan...
Cegah Barang Palsu dan Narkoba, BPKN Dorong Integrasi Bank Data Produk Berbasis QR
Diserahkan Polda Metro...
Diserahkan Polda Metro Jaya ke Kejati Banten, Richard Lee Segera Jalani Sidang
Richard Lee Segera Disidang...
Richard Lee Segera Disidang usai Berkas Perkara Lengkap
Lindungi Konsumen dan...
Lindungi Konsumen dan Literasi Digital, Blibli Luncurkan JEDA
Rekomendasi
Kaesang Ungkap Dewan...
Kaesang Ungkap Dewan Pembina PSI Mulai Turun ke Daerah Akhir Juni
Resmi Dibuka, DAIKIN...
Resmi Dibuka, DAIKIN Proshop Alvamega Hadirkan Solusi Tata Udara Premium di Serpong
MNC Vision Network-MNC...
MNC Vision Network-MNC Peduli Salurkan Bantuan Seragam dan Sembako di Panti Asuhan Anak Ceria Indonesia Depok
Berita Terkini
Masyarakat Diminta Tak...
Masyarakat Diminta Tak Panik Respons Kondisi Ekonomi RI, Ekonom: Jaga Optimisme Berdasar Data
Program CIMB Niaga Sustainability...
Program CIMB Niaga Sustainability Journalism Fellowship Memilih 20 Jurnalis
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
Infografis
Penerima Bansos 2026...
Penerima Bansos 2026 Wajib Tahu! Ini Penjelasan Desil yang Jadi Penentu Kelayakan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved