Mandatori B30 Sukses, Menko Airlangga Ajak Malaysia Menjaga Harga Sawit Stabil
Sabtu, 27 Februari 2021 - 23:54 WIB
loading...
Menko Airlangga Hartarto mengungkapkan, Indonesia berhasil dalam melaksanakan Mandatori B30 atau memasukkan 30 persen crude palm oil ke bahan bakar jenis solar menjadi biodisel. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengungkapkan, Indonesia berhasil dalam melaksanakan Mandatori B30 atau memasukkan 30 persen crude palm oil ke bahan bakar jenis solar menjadi biodisel . Program ini sudah dimulai Indonesia pada awal tahun 2020 lalu.
Hal ini disampaikan oleh Menko Airlangga pada Pertemuan Tingkat Menteri Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) 2021 yang diselenggarakan secara daring pada Jumat, 26 Februari 2021.
Menko Airlangga mengatakan, bahwa melalui kebijakan Mandatori B30 , Indonesia berhasil menjaga kestabilan supply dan demand kelapa sawit secara global. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia juga mengajak Pemerintah Malaysia agar tetap menjaga keseimbangan ini, agar harga sawit di pasar dunia tetap menguntungkan.
”Berkat harga yang relatif stabil, kebijakan ini juga turut membantu kesejahteraan petani kelapa sawit di Indonesia,” ujar Menko Airlangga.
Baca Juga: Airlangga: Target Penyaluran B30 di 2021 Sebesar 9,2 juta Kiloliter
Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menerangkan bahwa pemanfaatan lahan untuk sawit lebih efektif jika dibandingkan dengan tanaman minyak nabati lainnya. “Secara keseluruhan, minyak sawit memasok 31 persen kebutuhan minyak nabati dunia dengan total penggunaan lahan yang hanya 5 persen,” ucap Menko Airlangga.
Hal ini disampaikan oleh Menko Airlangga pada Pertemuan Tingkat Menteri Council of Palm Oil Producing Countries (CPOPC) 2021 yang diselenggarakan secara daring pada Jumat, 26 Februari 2021.
Menko Airlangga mengatakan, bahwa melalui kebijakan Mandatori B30 , Indonesia berhasil menjaga kestabilan supply dan demand kelapa sawit secara global. Oleh karena itu, Pemerintah Indonesia juga mengajak Pemerintah Malaysia agar tetap menjaga keseimbangan ini, agar harga sawit di pasar dunia tetap menguntungkan.
”Berkat harga yang relatif stabil, kebijakan ini juga turut membantu kesejahteraan petani kelapa sawit di Indonesia,” ujar Menko Airlangga.
Baca Juga: Airlangga: Target Penyaluran B30 di 2021 Sebesar 9,2 juta Kiloliter
Lebih lanjut, Menko Airlangga juga menerangkan bahwa pemanfaatan lahan untuk sawit lebih efektif jika dibandingkan dengan tanaman minyak nabati lainnya. “Secara keseluruhan, minyak sawit memasok 31 persen kebutuhan minyak nabati dunia dengan total penggunaan lahan yang hanya 5 persen,” ucap Menko Airlangga.
Lihat Juga :