PMI Letoy di Februari, Menperin: Belum Ada Eksekusi

loading...
PMI Letoy di Februari, Menperin: Belum Ada Eksekusi
Menperin Agus Gumiwang Kartasasmita. Foto/Sutikno/SINDOnews
JAKARTA - Purchasing Managers’ Index (PMI) Manufaktur Indonesia pada Februari 2020 berada di level 50,9 poin. Angka itu turun 1,3 poin dibandingkan bulan Januari yang sebesar 52,2.

Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan bahwa penurunan PMI pada bulan Februari merupakan hal yang wajar.

( Baca juga:Insentif PPnBM agar Industri Otomotif Kembali Nendang )

"Ini merupakan hal yang wajar karena pada bulan Februari perusahaan-perusahaan sedang melakukan perencanaan. Jadi belum eksekusi," katanya dalam konferensi pers secara virtual, Senin (1/3/2021).

Meski terjadi penurunan, lanjut Menperin, PMI Indonesia masih berada di level ekspansif. Dengan begitu Indonesia selama enam bulan terakhir PMI-nya tetap berada di level tersebut.



"PMI pada bulan Februari pada titik 50,9 dan memang dibandingkan dengan Januari ini turun tapi kita tetap berada di level ekspansif. Indonesia sudah enam bulan berturut-turut PMI pada level ekspansif," ungkapnya.

( Baca juga:Dendam Kesumat sering Diplonco, Murid Bunuh Pendekar Silat di Banten )

Ia optimistis, dengan adanya relaksasi PPnBM nol persen akan meningkatkan kembali PMI Indonesia di level 5,1 poin. "Kami sangat optimistis dan yakin di bulan berikutnya dengan adanya kebijakan PPnBM bisa menambah kepercayaan diri dari industri sehingga mendorong PMI kembali naik di atas 5,1 poin" tutupnya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top