Pakar-Pakar IPB Blejeti Dampak Buruk Program Food Estate

Rabu, 03 Maret 2021 - 19:42 WIB
loading...
Pakar-Pakar IPB Blejeti...
foto/ilustrasi/dok
A A A
JAKARTA - Kajian Madani menunjukkan bahwa program food estate yang sedang dijalankan pemerintah berpotensi memperburuk krisis iklim . Pasalnya akan ada perubahan kawasan hutan menjadi lahan pertanian.

Direktur Eksekutif Centre for Climate Risk and Opportunity Management in Southeast Asia and Pacific (CCROM-SEAP), IPB University , Prof. Dr. Rizaldi Boer, menyatakan, jika temuan Madani terkait food estate itu terjadi, maka 2,1 juta hektare hutan alam terancam untuk dikonversi, dan sebagian besar (89%) ada di Papua. ( Baca juga:Gawat! Ada Potensi Food Estate Jadi Dalih Pembalakan Hutan dengan Nilai Ratusan Triliun )

Dengan kemudahan yang begitu banyak diberikan untuk food estate, tidak salah untuk mengatakan bahwa program itu menyediakan karpet merah eksploitasi sumber daya alam dan tentu food estate adalah ancaman.

“NDC Sektor kehutanan itu bebannya sampai 17% dan hanya bisa dicapai oleh penurunan deforestasi yang signifikan dan pemulihan gambut. Oleh karena itu, tanpa ada upaya untuk meninjau kembali wilayah target pengembangan food estate, maka program itu benar merupakan ancaman," ujar Rizaldi di Jakarta, Rabu (3/3/2021).

Dalam pencapaian target NDC (Nationally Determined Contribution atau kontribusi yang ditetapkan secara nasional), diharapkan wilayah yang masih berhutan alam harus dipertahankan, termasuk mempertahankan hutan alam yang berada di dalam hutan tanaman industri (HTI) dan hak guna usaha (HGU).

"Meskipun dengan mempertahankannya, belum tentu juga dapat mencapai target NDC secara keseluruhan,” katanya.

Rizaldi juga menambahkan, saat ini masih banyak terdapat lahan tidur dan tidak produktif dengan total luas 30 juta hektare, terdiri dari APL seluas 11 juta hektare dan kawasan hutan seluas 19 juta hektare yang dapat dimaksimalkan pemanfaatannya, sehingga program food estate tidak menyasar hutan alam yang tersisa saat ini.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
RI-UNEP Perkuat Kerja...
RI-UNEP Perkuat Kerja Sama Kehutanan, REDD+, dan Pengembangan Pasar Karbon
Implementasi ESG, Dunia...
Implementasi ESG, Dunia Usaha Perlu Mitigasi Perubahan Iklim Secara Terukur
Earth Hour 2026, BCA...
Earth Hour 2026, BCA Padamkan Lampu dan Peralatan Elektronik Non-Esensial
Bangun Food Estate,...
Bangun Food Estate, Airlangga Sebut Tanah Merauke Lebih Baik dari Australia
Peran Penting Dunia...
Peran Penting Dunia Usaha dalam Mendorong Pencapaian NDC Indonesia 2035
Benarkah Fruktosa dalam...
Benarkah Fruktosa dalam Buah Bisa Memicu Asam Urat? Ini Penjelasan Guru Besar IPB
Piala Dunia 2026 dan...
Piala Dunia 2026 dan Bayang-bayang Jet Pribadi Infantino
Mengapa Kunang-Kunang...
Mengapa Kunang-Kunang Semakin Sulit Ditemukan? Pakar IPB Ungkap Penyebabnya
Rekomendasi
Titi Anggraini Soroti...
Titi Anggraini Soroti Naskah Akademik RUU Pemilu Tak Kunjung Diterbitkan
Jika AS Lanjutkan Perang,...
Jika AS Lanjutkan Perang, Trump: Iran Tidak Akan Ada Lagi
Ketum PB WI Airlangga...
Ketum PB WI Airlangga Hartarto: Pendanaan Pelatnas Jangka Panjang Kunci Ciptakan Generasi Juara
Berita Terkini
Pacu Kinerja Bisnis,...
Pacu Kinerja Bisnis, Indo Artha Multitek Kenalkan Teknologi Layanan Haji
INDEF: Pemerintah Perlu...
INDEF: Pemerintah Perlu Evaluasi Kebijakan Ekonomi dan Perkuat Kolaborasi
Panaskan Mesin Ekonomi,...
Panaskan Mesin Ekonomi, Purbaya Tawarkan Bunga Kredit 4% untuk UKM Eksportir
BPS: Sensus Ekonomi...
BPS: Sensus Ekonomi 2026 Bukan untuk Penetapan Pajak Pribadi
Semarak HUT ke-58, BPJS...
Semarak HUT ke-58, BPJS Kesehatan Ajak Masyarakat Budayakan Hidup Sehat
Pemerintah Akan Turunkan...
Pemerintah Akan Turunkan Harga Gas Industri Senin Besok, Said Iqbal: Mitigasi PHK Massal
Infografis
Pakar: Israel Tutupi...
Pakar: Israel Tutupi Jumlah Korban Tewas Tentara Sebenarnya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved