KPCPEN: Vaksin Gotong Royong Percepat Herd Immunity
Kamis, 04 Maret 2021 - 13:48 WIB
loading...
A
A
A

Indonesia termasuk 20 negara awal yang melaksanakan vaksinasi, dan yang pertama di antara negara-negara ASEAN, sementara lebih dari 130 negara lain, berdasarkan data PBB, belum mendapatkan vaksin. Arya mengatakan, Vaksin Gotong Royong tidak akan mengambil jatah vaksin dari pemerintah yang menyasar 180 juta penduduk. Untuk mencegah hal tersebut, pemerintah memastikan vaksin yang digunakan akan berbeda dengan vaksin yang diberikan oleh pemerintah. Vaksin Gotong Royong kemungkinan akan menggunakan vaksin Moderna atau Sinopharm.
Baca Juga: Lewat Layanan Gomed, Gojek dan Halodoc Kolaborasi Layani Vaksinasi Drive Thru
Di saat yang sama, Wakil Ketua Umum Kadin Shinta Widjaja Kamdani mengatakan, saat ini sudah ada sekitar 8300 perusahaan atau sekitar 6,7 juta pekerja yang mendaftar vaksinasi Gotong Royong. Sementara untuk kriteria perusahaan penerima vaksin masih disusun oleh pemerintah. Tentunya, zona merah seperti Jabodetabek dan industri padat karya jadi prioritas penerima vaksin Gotong Royong ini. "Semua, UMKM juga bisa. Ada kriterianya, seperti zona merah, sektor padat karya. Data ini akan diintegrasikan dengan data pemerintah menggunakan one data system. Perusahaan dapat melakukan verifikasi melalui BPJS ketenagarakerjaan," ujar Shinta.
Pemerintah dan KADIN menegaskan, vaksin Gotong Royong ini gratis untuk para buruh atau pekerja. Perusahaan yang akan menanggung biaya vaksin dan tidak boleh menarik biaya apapun dari karyawan. Kadin menargetkan, vaksin Gotong Royong ini bisa menyasar sekitar 20 juta pekerja dengan harapan langkah ini bisa mempercepat pencapaian herd immunity dan meringankan beban pemerintah
(nng)
Lihat Juga :