Linde, Perusahaan Gas Dunia Terus Perluas Kapasitas Produksi di Jabar

Jum'at, 05 Maret 2021 - 10:28 WIB
loading...
Linde, Perusahaan Gas...
Linde, perusahaan terkemuka gas di dunia memperluas produksi pabrik guna menyediakan nitrogen gas dengan kemurnian tinggi . FOTO/DOK.sindonews
A A A
JAKARTA-Linde, perusahaan terkemuka gas di dunia akan menginvestasikan sebesar USD2 juta atau sekitar Rp28,7 miliar untuk memperluas pabriknya di wilayah Bogor, Jawa Barat. Linde memperluas produksi pabrik guna menyediakan nitrogen gas dengan kemurnian tinggi dengan tujuan memenuhi permintaan pelanggan yang terus meningkat. Pabrik tersebut diharapkan selesai dan mulai beroperasi pada awal tahun 2022.

Pabrik yang dibangun dengan teknologi yang canggih ini nantinya akan beroperasi secara hemat energi, hemat biaya, serta dapat diandalkan untuk menghasilkan aliran gas nitrogen secara terus menerus. Pabrik ini dirancang dengan kapasitas untuk meningkatkan produksi yang berguna untuk mendukung pertumbuhan kebutuhan nitrogen di masa depan. Investasi ini juga merupakan landasan atas skema pasokan baru selama 15 tahun dengan PT. Elangperdana Tyre Industry, produsen ban mobil terkemuka.

“Linde adalah mitra lama PT. Elangperdana Tyre Industry selama lebih dari satu dekade, dan saya bangga dengan kemitraan kami yang terus tumbuh untuk di tahun-tahun mendatang. Kami juga bangga dengan keahlian tim lokal kami yang menjadikan kami sebagai mitra yang paling andal untuk dapat mendukung pelanggan. Investasi ini menegaskan komitmen kami, tidak hanya terhadap industri manufaktur di Indonesia, tetapi juga kepada pertumbuhan ekonomi negara secara keseluruhan,” ujar Presiden Direktur PT Linde Indonesia Marcus Tan dalam keterangan tertulisnya hari ini.

Dia mengatakan, kolaborasi dengan Linde merupakan komitmen jangka panjang dalam menyediakan pasokan gas yang dikelola secara aman dan andal. “Kami mengapresiasi solusi inovatif yang diberikan oleh Linde yang disertai peningkatan kualitas dan produktivitas yang berdampak langsung terhadap manajemen biaya secara keseluruhan,” ujarnya.

Managing Director PT Elangperdana Tyre Industry, Dicky Mursalie menjelaskan, pabrik baru tersebut akan diintegrasikan ke dalam sistem Remote Operating Centre (ROC) Linde. Melalui akses jaringan jarak jauh, karyawan di ROC akan memantau, mengoperasikan, serta mengendalikan sistem dan peralatan di 108 pabrik Linde di seluruh Kawasan ASEAN, Asia Selatan, dan Pasifik Selatan, guna menghasilkan efisiensi operasional yang lebih besar, mengoptimalisasi sumber daya, dan mengurangi waktu henti (down time).
(aby)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Sumbagut: Antrean BBM di SPBU Mulai Terurai
RI Temukan Cadangan...
RI Temukan Cadangan Gas Jumbo di Kalimantan Timur, Siap Produksi 2028
BPH Migas: Lebaran 2026,...
BPH Migas: Lebaran 2026, Pasokan BBM Nasional Aman dan Terkendali
Waspadai Kenaikan Konsumsi...
Waspadai Kenaikan Konsumsi Bahan Bakar di Lebaran 2026! BBM Diproyeksi Naik 12%, Avtur 2,8%
Jelang Lebaran 2026,...
Jelang Lebaran 2026, Ketersediaan Stok LPG Nasional Capai 15 Hari
BPH Migas Pastikan Stok...
BPH Migas Pastikan Stok BBM Subsidi di Kabupaten Manokwari Terjaga
Melihat Langsung Dapur...
Melihat Langsung Dapur Perakitan Baterai Wuling di Liuzhou China!
PGN Gelar Program Tukar...
PGN Gelar Program Tukar Sampah Plastik untuk BBG
Ini Kunci agar Mobil...
Ini Kunci agar Mobil Listrik Lebih Hemat Daya Baterai saat Mudik
Rekomendasi
Mertua Tak Tahu Kondisi...
Mertua Tak Tahu Kondisi Mojtaba Khamenei: Dia Tak Berkomunikasi dengan Orang Mana Pun
Kementerian Hukum Serahkan...
Kementerian Hukum Serahkan SK Penegasan WNI kepada 7 Warga Keturunan Filipina di Bitung
Kritik Gagasan KDM Soal...
Kritik Gagasan KDM Soal Sayembara Tangkap Begal, Pakar Hukum: Picu Main Hakim Sendiri
Berita Terkini
BBT Perkuat Ekosistem...
BBT Perkuat Ekosistem Industri Batam lewat Ekspansi Fiber dan 5G
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080...
Rupiah Keok Sentuh Rp18.080 per Dolar AS, Catat Kinerja Terburuk di Asia
Harga Emas Antam Hari...
Harga Emas Antam Hari Ini Turun Rp9.000, Kini Dibanderol Rp2,61 Juta per Gram
Rupiah Hari Ini Dibuka...
Rupiah Hari Ini Dibuka Melemah ke Rp18.068, Tersengat Kabar Independensi BI
OSL Indonesia Bidik...
OSL Indonesia Bidik Antusiasme Investor Melalui Kompetisi Trading
IHSG Hari Ini Lanjutkan...
IHSG Hari Ini Lanjutkan Penurunan, Dibuka Melemah ke 6.175
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved