Suku Bunga BI Bikin Likuiditas Perbankan Melimpah

Rabu, 10 Maret 2021 - 13:56 WIB
loading...
Suku Bunga BI Bikin...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Ekonom Bank Permata Josua Pardede menjelaskan, tingginya kondisi likuiditas perbankan juga didukung oleh arah suku bunga Bank Indonesia (BI) dan pelonggaran kebijakan moneter lainnya.

“Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sejak tahun 2020 yang lalu BI sudah menurunkan suku bunga acuannya sekitar 1,5% sejak awal 2020, dan selain itu juga BI juga menginject likuiditas ke industri perbankan, ya kurang lebih sebesar Rp700 triliun lebih sejak Januari 2020,” jelasnya hari ini (10/3) dalam acara Market Review IDX Channel. ( Baca juga:Ada Pejabat Pertamina Dipecat Jokowi, Ini Jawaban Ahok )

Menurut dia, selain kondisi likuiditas yang terjaga, tingginya likuiditas tersebut juga dipengaruhi oleh permintaan kredit yang masih relatif rendah. Di sisi lainnya penempatan dana di dana pihak ketiga ke perbankan masih tetap tumbuh

"Ya kalau kita lihat di akhir tahun lalu ini masih tumbuh 11%, per Januari tahun ini masih tetap tinggi di kisaran 10%-an. Sehingga itu yang menyebabkan tingginya likuiditas itu,” ujar Josua.

Sementara itu, menurut Josua, berdasarkan beberapa data dapat terlihat bahwa ekonomi Indonesia sudah membaik tetapi belum kembali ke kondisi normal sebelum pandemi Covid-19 terjadi. Hal tersebut menyebabkan permintaan kredit masih relatif lemah dan pada akhirnya likuiditas perbankan cenderung masih terjaga dengan baik. ( Baca juga:Terbukti Terima Suap Djoko Tjandra, Brigjen Prasetijo Divonis 3,5 Tahun )

“Kalau kita lihat juga beberapa data misalnya kemarin ada data survei penjual eceran, survei indeks konsumen dari BI, dan juga ada data inflasi di awal tahun ini, kita lihat data-data ekonomi membaik tapi masih belum kembali ke level normal sebelum Covid. Sehingga itu menyebabkan aktivitas dari sisi produksi-produksi ekonomi pun ini masih lemah,” ucap dia.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dana Pemerintah Rp281...
Dana Pemerintah Rp281 Triliun Dijamin Parkir di Bank BUMN hingga Desember 2026
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
LPS Naikkan Tingkat...
LPS Naikkan Tingkat Bunga Penjaminan Bank Umum Jadi 3,75%
Sinyal Penarikan Dana...
Sinyal Penarikan Dana SAL dari Himbara Mencuat, Begini Pesan OJK
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
Imbas BI Rate Naik,...
Imbas BI Rate Naik, Pasar Rumah Kelas Menengah Mulai Ngerem
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Rekomendasi
Raja Charles Kehilangan...
Raja Charles Kehilangan Gelar Bersejarah Pembela Iman
Komut Pertamina Kunjungan...
Komut Pertamina Kunjungan Kerja ke Jatim hingga Nusa Tenggara, Ini Hasilnya
Indonesia Tuan Rumah...
Indonesia Tuan Rumah Pertemuan CPOPC, Perkuat Kolaborasi Hadapi Tantangan Global
Berita Terkini
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
Dampak Pembiayaan PNM...
Dampak Pembiayaan PNM Diakui, Kini Melayani 23 Juta Nasabah Perempuan Prasejahtera
Investasi Hijau, Pertamina...
Investasi Hijau, Pertamina Port & Logistics Tanam 600 Mangrove di Balikpapan
Belanja Puas, Dompet...
Belanja Puas, Dompet Aman dengan Promo Spesial Blibli BRIDAY
Jatuhkan Denda ke 97...
Jatuhkan Denda ke 97 Pindar, Putusan KPPU Dinilai Tidak Sah
Hadir di CEO Talks Unand,...
Hadir di CEO Talks Unand, Pegadaian Ajak Generasi Muda Melek Investasi Sejak Dini
Infografis
Perkembangan Tentara...
Perkembangan Tentara Robotik China Bikin Para Ahli Khawatir
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved