Presiden Jokowi Sambut Baik Penyelamatan Industri Film Nasional
Kamis, 11 Maret 2021 - 09:53 WIB
loading...
Presiden Jokowi. FOTO/dok.SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) menyambut baik permintaan menyelamatkan industri film dari hulu sampai hilir yang terdampak besar pandemi Covid-19. Pelaku industri film terdiri atas produser film, sutradara, aktor, pemilik bioskop, dan pengurus asosiasi serta Badan Perfilman Indonesia telahbmengajukan lima permintaan kepada pemerintah. Pertama, stimulus untuk distribusi film lewat dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) dengan mekanisme transparan; Kedua, kampanye "Kembali Menonton di Bioskop" berkoordinasi dengan Kementerian Kesehatan dan Satgas Covid-19 untuk menghilangkan stigma negatif menonton bioskop di kala pandemi; Ketiga, keringanan pajak hiburan atas bisnis film Indonesia; Keempat, langkah cepat, nyata, dan tegas memberantas pembajakan film; Kelima, percepatan vaksinasi bagi para pekerja industri film. Menanggapi itu, Presiden Jokowi meminta kementerian-kementerian terkait menyusun paket stimulus dan terus berkomunikasi dengan pelaku industri dalam usaha penanggulangan Covid-19, vaksinasi, dan pemulihan ekonomi nasional.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, kementeriannya akan melakukan sertifikasi Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keselamatan) and Environmental sustainability (pelestarian lingkungan) alias CHSE untuk bioskop seperti yang dilakukan sektor pariwisata lainnya untuk meyakinkan penonton. Pemerintah pusat juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah daerah untuk mulai melakukan pembukaan bioskop-bioskop di area kuning yang belum dibuka.Untuk vaksinasi, Menteri Sandiaga Uno mengatakan sedang dilakukan pendataan hingga 14 Maret 2021 berkoordinasi dengan Badan Pefilman Indonesia (BPI). Adapun proses vaksinasi dimulai awal April 2021.
Baca Juga: Ngotot Liburan ke Luar Kota, PNS Bisa Turun Pangkat
Menanggapi langkah cepat pemerintah ini, pelaku industri film menyambut baik. Mereka berharap industri film kembali bangkit dan berkontisbusi bagi negara. "Segenap pekerja film berterima kasih atas respons cepat Bapak Presiden, Menparekraf, dan jajaran Kabinet Indonesia Maju. Semoga setiap langkah konkret koordinasi pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri akan mengembalikan film Indonesia kembali berjaya di bioskop dan menempati hati penonton tercintanya. Bagi kami film Indonesia adalah bakti kami untuk negeri dan kami siap bekerja sama serta menyiapkan langkah konkret dan strategi yang matang bersama pemerintah," ujar Chand Parwez, ketua Badan Perfilman Indonesia dilansir Kamis (11/3/2021).
Industri perfilman Indonesia sebelum pandemi menduduki peringkat sepuluh dunia sebagai pasar film terbesar di dunia dengan nilai sebesar 500 juta dolar AS di akhir tahun 2019, menderita penurunan sebesar 97 persen di kala pandemi sepanjang tahun 2020. Sejak dibukanya Daftar Negatif Investasi di bidang perfilman pada 2016, perfilman Indonesia memasuki era baru dengan jumlah penonton yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan pertumbuhan sebesar 20 persen per tahun selama 4 tahun terakhir sebelum pandemi. Industri Perfilman Indonesia adalah industri yang menopang perekonomian Indonesia secara signifikan dengan lebih dari 50.000 tenaga kerja di subsektor film, animasi, video pada 2019, dan lebih dari 2.500 jumlah usaha. Kontribusi industri film Indonesia ke GDP sebesar Rp15 triliun pada 2019.
Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno mengatakan, kementeriannya akan melakukan sertifikasi Cleanliness (kebersihan), Health (kesehatan), Safety (keselamatan) and Environmental sustainability (pelestarian lingkungan) alias CHSE untuk bioskop seperti yang dilakukan sektor pariwisata lainnya untuk meyakinkan penonton. Pemerintah pusat juga akan berkoordinasi dengan Pemerintah daerah untuk mulai melakukan pembukaan bioskop-bioskop di area kuning yang belum dibuka.Untuk vaksinasi, Menteri Sandiaga Uno mengatakan sedang dilakukan pendataan hingga 14 Maret 2021 berkoordinasi dengan Badan Pefilman Indonesia (BPI). Adapun proses vaksinasi dimulai awal April 2021.
Baca Juga: Ngotot Liburan ke Luar Kota, PNS Bisa Turun Pangkat
Menanggapi langkah cepat pemerintah ini, pelaku industri film menyambut baik. Mereka berharap industri film kembali bangkit dan berkontisbusi bagi negara. "Segenap pekerja film berterima kasih atas respons cepat Bapak Presiden, Menparekraf, dan jajaran Kabinet Indonesia Maju. Semoga setiap langkah konkret koordinasi pemerintah pusat, daerah, dan pelaku industri akan mengembalikan film Indonesia kembali berjaya di bioskop dan menempati hati penonton tercintanya. Bagi kami film Indonesia adalah bakti kami untuk negeri dan kami siap bekerja sama serta menyiapkan langkah konkret dan strategi yang matang bersama pemerintah," ujar Chand Parwez, ketua Badan Perfilman Indonesia dilansir Kamis (11/3/2021).
Industri perfilman Indonesia sebelum pandemi menduduki peringkat sepuluh dunia sebagai pasar film terbesar di dunia dengan nilai sebesar 500 juta dolar AS di akhir tahun 2019, menderita penurunan sebesar 97 persen di kala pandemi sepanjang tahun 2020. Sejak dibukanya Daftar Negatif Investasi di bidang perfilman pada 2016, perfilman Indonesia memasuki era baru dengan jumlah penonton yang terus meningkat dari tahun ke tahun, dengan pertumbuhan sebesar 20 persen per tahun selama 4 tahun terakhir sebelum pandemi. Industri Perfilman Indonesia adalah industri yang menopang perekonomian Indonesia secara signifikan dengan lebih dari 50.000 tenaga kerja di subsektor film, animasi, video pada 2019, dan lebih dari 2.500 jumlah usaha. Kontribusi industri film Indonesia ke GDP sebesar Rp15 triliun pada 2019.
Lihat Juga :