Sektor Ketenagakerjaan Diklaim Tunjukkan Sinyal Pemulihan
Senin, 15 Maret 2021 - 14:33 WIB
loading...
Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan sinyal pemulihan sektor ketenagakerjaan terus menguat. Foto/Ilustrasi
A
A
A
JAKARTA - Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziyah menyebutkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia sepanjang kuartal III hingga IV tahun 2020 berangsur membaik meski masih berada di zona minus.
Baca Juga: Efek Insentif Perumahan, Buntutnya Bakal Berdampak ke Penyerapan Tenaga Kerja
Jika dilihat per sektornya, ketiga sektor yang menjadi penyumbang serapan tenaga kerja terbanyak, yakni sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan juga konsisten menunjukkan penguatan. Ida menyebutkan bahwa hal ini menjadi salah satu sinyal pemulihan sektor ketenagakerjaan.
"Penyerapan tenaga kerja dari investasi yang masuk tetap tumbuh di kala pandemi. Kinerja manufaktur dan kapasitas tenaga kerja diperkirakan akan terus meningkat," ujar Ida dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Senin (15/3/2021).
Dia menyebutkan, Prompt Manufacturing Index (PMI) dari sebelumnya jatuh pada II/2020, berangsur membaik pada III dan IV/2020 meski masih berada di posisi kontraksi. "Pada triwulan 2021, PMI diprediksi mencapai 51,14% yang menunjukkan sinyal ekspansi usaha khususnya industri manufaktur," jelasnya.
Baca Juga: Efek Insentif Perumahan, Buntutnya Bakal Berdampak ke Penyerapan Tenaga Kerja
Jika dilihat per sektornya, ketiga sektor yang menjadi penyumbang serapan tenaga kerja terbanyak, yakni sektor pertanian, industri pengolahan, dan perdagangan juga konsisten menunjukkan penguatan. Ida menyebutkan bahwa hal ini menjadi salah satu sinyal pemulihan sektor ketenagakerjaan.
"Penyerapan tenaga kerja dari investasi yang masuk tetap tumbuh di kala pandemi. Kinerja manufaktur dan kapasitas tenaga kerja diperkirakan akan terus meningkat," ujar Ida dalam Rapat Kerja dengan Komisi IX DPR di Jakarta, Senin (15/3/2021).
Dia menyebutkan, Prompt Manufacturing Index (PMI) dari sebelumnya jatuh pada II/2020, berangsur membaik pada III dan IV/2020 meski masih berada di posisi kontraksi. "Pada triwulan 2021, PMI diprediksi mencapai 51,14% yang menunjukkan sinyal ekspansi usaha khususnya industri manufaktur," jelasnya.
Lihat Juga :