Jaga Inflasi dan Rupiah, BI Diprediksi Tahan Suku Bunga Acuan

Kamis, 18 Maret 2021 - 08:30 WIB
loading...
Jaga Inflasi dan Rupiah,...
Bank Indonesia (BI) diperkirakan bakal menahan suku bunga acuan di 3,50%. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) diperkirakan akan mempertahankan suku bunga acuannya di level 3,50% setelah memangkas suku bunga sebesar 25 bps bulan lalu. Secara kumulatif sejak tahun 2020 telah menurunkan suku bunga acuan sebesar 150 bps.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengatakan suku bunga acuan BI di level 3,5% saat ini masih konsisten untuk menjangkar ekspektasi inflasi dan menjaga stabilitas nilai tukar rupiah mempertimbangkan volatilitas rupiah yang terindikasi dari rata-rata one-month implied volatility yang meningkat menjadi 8,1% sepanjang bulan Maret dari dari Februari 2020.

Baca Juga: Suku Bunga BI Bikin Likuiditas Perbankan Melimpah

"Ini yang tercatat di kisaran 7,8%, yang selanjutnya mendorong pelemahan rupiah sebesar 2,3% secara rata-rata pada bulan Maret dibandingkan bulan sebelumnya. Pelemahan rupiah dipengaruhi oleh tren," kata Josua saat dihubungi SINDOnews di Jakarta, Kamis (18/3/2021).

Lalu, ada peningkatan yield UST tersebut didorong oleh ekspektasi kenaikan inflasi AS dalam jangka pendek sejalan dengan prospek pemulihan ekonomi AS yang didukung oleh rilis data ekonomi AS yang menunjukkan tren yang terus membaik. Tren kenaikan yield UST telah mendorong kenaikan yield obligasi global termasuk mendorong kenaikan yield SUN 10 tahun yang saat ini berada di level 6,77%, meningkat 16 bps dibandingkan akhir Februari atau meningkat 88 bps dibandingkan akhir tahun 2020.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
BI: Penyerapan Tenaga...
BI: Penyerapan Tenaga Kerja RI Melambat di Triwulan II 2026
Biaya Nongkrong Kian...
Biaya Nongkrong Kian Mahal, Bikin Orang Enggan Bertemu
BI Injeksi Likuiditas...
BI Injeksi Likuiditas Rp837,11 Triliun, Tekanan di Pasar Uang Mulai Reda
Rupiah Semringah Sambut...
Rupiah Semringah Sambut Akhir Pekan, Menjauh dari Level Rp18 Ribu per Dolar AS
Purbaya Tarik Dana SAL,...
Purbaya Tarik Dana SAL, BTN Siap Kembalikan Rp38 Triliun
Perkuat Digitalisasi...
Perkuat Digitalisasi Pariwisata dan Kuliner Jakarta, BI-Pemprov DKI Kolaborasi Ceremony QRIS
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pasokan dan Distribusi demi Jaga Inflasi Tetap Terkendali
Mendagri Minta Pemda...
Mendagri Minta Pemda Perkuat Pengendalian Inflasi agar Tetap di Bawah Target Pemerintah
Rekomendasi
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Run for Independence...
Run for Independence Day 81 Akan Digelar, MNC Life Berikan Perlindungan Jiwa bagi Seluruh Peserta
Berita Terkini
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Soal Peluang Harga Pertamax...
Soal Peluang Harga Pertamax Turun, Ditjen Migas: Belum Ada Pembahasan
Prediksi Ngeri Goldman...
Prediksi Ngeri Goldman Sachs: Harga Minyak Brent Bakal Meroket ke USD120 per Barel
IHSG Hari Ini Ditutup...
IHSG Hari Ini Ditutup Naik 1,74% ke Level 6.340
Bawa Semangat Slow Fashion,...
Bawa Semangat Slow Fashion, 7 UMKM Jogja Siap Menembus Pasar Lebih Luas di INACRAFT 2026
Bahlil Ramal 10 Tahun...
Bahlil Ramal 10 Tahun Lagi Kendaraan Listrik Bakal Digantikan Hidrogen
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved