Luhut Siapkan Kebijakan Ekspor Perikanan Hadapi Covid-19
Sabtu, 18 April 2020 - 14:09 WIB
loading...
Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto/SINDOnews/Rina Anggraeni
A
A
A
JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, mengatakan pemerintah akan menyiapkan kebijakan bidang kelautan dan perikanan dalam menghadapi pandemi virus corona (Covid-19).
Rekomendasi kebijakan tersebut berupa bantuan langsung tunai ke nelayan, petambak, dan pembudidaya ikan untuk mendorong ekspor kelautan dan perikanan.
"Langkah-langkah kita jangan terhenti, upayakan ekspor ikan kita juga jalan dengan langkah pertama membuka kembali kargo pesawat ke berbagai negara tujuan seperti Korea Selatan dan Jepang, tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," terang Luhut di Jakarta, Sabtu (18/4/2020).
Menurut data Kemenko Maritim dan Investasi, pandemi Covid-19 telah berdampak kepada penurunan harga ikan hingga 50%, penghasilan nelayan turun dari Rp3,5 juta dalam sekali melaut menjadi Rp1 juta-Rp1,5 juta.
Turunnya harga ikan disebabkan adanya pembatasan atau lockdown di beberapa negara tujuan ekspor. Sehingga volume ekspor ikut turun, dan komoditas eskpor yang terdampak antara lain kepiting dan lobster hidup.
"Dan yang terpenting nelayan itu juga butuh hidup, sedapat mungkin kita bantu mereka dan perekonomiannya, dibuat pula aturan protokol kesehatan bagi para nelayan di laut," katanya.
Sambung Luhut, Kemenko Maritim dan Investasi yang bertugas sebagai koordinator dan sinkronisator kebijakan beberapa kementerian di bawah koordinasinya, antara lain Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan serta Kementerian/Lembaga terkait lainnya, lantas menyiapkan berbagai rekomendasi kebijakan sektor kelautan dan perikanan dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Rekomendasi kebijakan tersebut berupa bantuan langsung tunai ke nelayan, petambak, dan pembudidaya ikan untuk mendorong ekspor kelautan dan perikanan.
"Langkah-langkah kita jangan terhenti, upayakan ekspor ikan kita juga jalan dengan langkah pertama membuka kembali kargo pesawat ke berbagai negara tujuan seperti Korea Selatan dan Jepang, tentunya dengan tetap memperhatikan protokol kesehatan," terang Luhut di Jakarta, Sabtu (18/4/2020).
Menurut data Kemenko Maritim dan Investasi, pandemi Covid-19 telah berdampak kepada penurunan harga ikan hingga 50%, penghasilan nelayan turun dari Rp3,5 juta dalam sekali melaut menjadi Rp1 juta-Rp1,5 juta.
Turunnya harga ikan disebabkan adanya pembatasan atau lockdown di beberapa negara tujuan ekspor. Sehingga volume ekspor ikut turun, dan komoditas eskpor yang terdampak antara lain kepiting dan lobster hidup.
"Dan yang terpenting nelayan itu juga butuh hidup, sedapat mungkin kita bantu mereka dan perekonomiannya, dibuat pula aturan protokol kesehatan bagi para nelayan di laut," katanya.
Sambung Luhut, Kemenko Maritim dan Investasi yang bertugas sebagai koordinator dan sinkronisator kebijakan beberapa kementerian di bawah koordinasinya, antara lain Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Perhubungan serta Kementerian/Lembaga terkait lainnya, lantas menyiapkan berbagai rekomendasi kebijakan sektor kelautan dan perikanan dalam menghadapi pandemi Covid-19.
Lihat Juga :