Mantan Presiden Bank Dunia: Meredam Pandemi dengan Investasi di Sektor Tenaga Medis
Senin, 22 Maret 2021 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Kim, program transfer uang tunai ini juga bisa menjadi stimulus ekonomi di masa pandemi. Karena, uang tunai yang diberikan kepada mereka yang kurang mampu akan diguanakn untuk konsumsi. Program seperti ini akan membantu perekonomian negara tersebut.
Pandemi Covid-19 membuat semua negara harus mulai memperbanyak jumlah tenaga medis. Untuk mewujudkan hal tersebut, harus ada investasi di sektor tenaga medis.
Saat ini tidak ada yang dapat memastikan kapan pandemi ini akan berakhir. Apabila 70 persen hingga 80 persen warga di dunia sudah divaksinasi dan pandemi berakhir, maka itu harus benar-benar disyukuri. Namun, jangan lupa bahwa virus Covid-19 terus bermutasi dan mereka yang sudah divaksinasi masih bisa terinfeksi oleh mutasi virus tersebut. Apabila skenario buruk ini terjadi maka masyrakat warga akan mengulang lagi proses vaksinasi dari pertama.
Kim menyarankan vaksinasi tidak hanya dilakukan berdasarkan usia tetapi dari wilayah yang paling banyak terdapat kasus positif. Menurut dia, hal itu jauh lebih efektif dalam meredam penyebaran Covid-19.
Jadi, apabila ada satu wilayah yang mempunyai banyak kasus positif, maka wilayah tersebut dan daerah di sekitarnya harus menjadi prioritas dari program vaksinasi. Pada dasarnya Virus Covid-19 ini mudah ditebak. “Asal menerapkan testing, contact tracing, treatment, isolation dan quarantine, maka penyebaran virus tersebut bisa dikontrol,” ungkap Kim.
Baca juga : Vaksinasi Diklaim PPNI Surabaya Efektif Turunkan Kasus COVID-19 pada Perawat
karaktersitik lainnya yang harus dipahami, Pandemi Covid-19 berbeda dengan pandemi yang pernah terjadi sebelumnya. Pasalnya, Virus Covid-19 sangat berbahaya dibandingkan Ebola atau SARS. Selain itu, mereka yang terinfeksi dan tidak memperlihatkan gejala tertentu bisa menularkan virus ini kepada orang lain.
Saat ini, sudah ada keajaiban yaitu dengan diproduksinya vaksin Covid-19 oleh sejumlah perusahaan farmasi. Namun, jumlah vaksin yang diproduksi masih belum mencukupi untuk memvaksinasi 70 persen hingga 80 persen penduduk dunia. Apabila perusahaan farmasi mampu meningkatkan produksi vaksin, bukan tidak mungkin Pandemi Covid-19 bisa berakhir sebelum 2022.
Pandemi Covid-19 membuat semua negara harus mulai memperbanyak jumlah tenaga medis. Untuk mewujudkan hal tersebut, harus ada investasi di sektor tenaga medis.
Saat ini tidak ada yang dapat memastikan kapan pandemi ini akan berakhir. Apabila 70 persen hingga 80 persen warga di dunia sudah divaksinasi dan pandemi berakhir, maka itu harus benar-benar disyukuri. Namun, jangan lupa bahwa virus Covid-19 terus bermutasi dan mereka yang sudah divaksinasi masih bisa terinfeksi oleh mutasi virus tersebut. Apabila skenario buruk ini terjadi maka masyrakat warga akan mengulang lagi proses vaksinasi dari pertama.
Kim menyarankan vaksinasi tidak hanya dilakukan berdasarkan usia tetapi dari wilayah yang paling banyak terdapat kasus positif. Menurut dia, hal itu jauh lebih efektif dalam meredam penyebaran Covid-19.
Jadi, apabila ada satu wilayah yang mempunyai banyak kasus positif, maka wilayah tersebut dan daerah di sekitarnya harus menjadi prioritas dari program vaksinasi. Pada dasarnya Virus Covid-19 ini mudah ditebak. “Asal menerapkan testing, contact tracing, treatment, isolation dan quarantine, maka penyebaran virus tersebut bisa dikontrol,” ungkap Kim.
Baca juga : Vaksinasi Diklaim PPNI Surabaya Efektif Turunkan Kasus COVID-19 pada Perawat
karaktersitik lainnya yang harus dipahami, Pandemi Covid-19 berbeda dengan pandemi yang pernah terjadi sebelumnya. Pasalnya, Virus Covid-19 sangat berbahaya dibandingkan Ebola atau SARS. Selain itu, mereka yang terinfeksi dan tidak memperlihatkan gejala tertentu bisa menularkan virus ini kepada orang lain.
Saat ini, sudah ada keajaiban yaitu dengan diproduksinya vaksin Covid-19 oleh sejumlah perusahaan farmasi. Namun, jumlah vaksin yang diproduksi masih belum mencukupi untuk memvaksinasi 70 persen hingga 80 persen penduduk dunia. Apabila perusahaan farmasi mampu meningkatkan produksi vaksin, bukan tidak mungkin Pandemi Covid-19 bisa berakhir sebelum 2022.
(eko)
Lihat Juga :