Mantan Presiden Bank Dunia: Meredam Pandemi dengan Investasi di Sektor Tenaga Medis
Senin, 22 Maret 2021 - 15:22 WIB
loading...
A
A
A
Program vaksinasi yang dicanangkan pemerintah di awal tahun ini, diharapkan mampu membawa ekonomi Indonesia kembali tumbuh 5%, setelah sebelumnya terpuruk akibat hantaman pandemi. Usaha-usaha pemerintah dalam mendatangkan vaksin baik melalui kerja sama bilateral maupun multilateral sejauh ini terbilang cukup berhasil. Hingga saat ini, Indonesia telah memiliki 40 juta stok vaksin COVID-19 dan ratusan juta dosis yang sudah terjadwal akan dikirimkan dalam beberapa waktu ke depan.
Di saat yang bersamaan vaksinasi juga dilakukan di banyak negara di dunia. Vaksinasi memang jadi salah satu cara untuk mengakhiri Pandemi Covid-19. Namun harap dipahami, tidak ada jaminan apabila 70 persen hingga 80 persen penduduk dunia sudah divaksinasi maka virus Covid-19 akan pergi begitu saja.
Oleh karena itu, menurut Pakar kesehatan yang juga mantan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan sekarang menjadi saat yang tepat untuk melakukan investasi di sektor tenaga medis publik agar bisa membantu mempercepat berakhirnya Pandemi Covid-19. Jim Yong Kim menjelaskan, komunitas lokal bisa mempunyai peranan penting dalam penanganan Covid-19.
Menurutnya, warga lokal yang dipercaya oleh komunitas di wilayahnya itu bisa direkrut untuk melakukan contact tracing. Mereka juga bisa diberdayakan untuk melakukan distribusi vaksin. Ini untuk mengantisipasi apabila ada warga yang masih tidak mau divaksinasi. Mereka baru mau divakisinasi apabila proses tersebut dilakukan oleh orang yang mereka percaya. “Jadi warga lokal bisa dijadikan sebagai tenaga medis,” kata Kim dalam diskusi virtual DBS Asian Insight dan IDE Katadata 2021, Senin (22/3/2021).
Berakhir Sebelum 2022
Kim mengatakan, Bank Dunia mempunyai cash transfer program. Program ini berupa memberikan uang kepada mereka yang tidak mampu, namun untuk mendapatkan uang tersebut harus bersedia menerima pelatihan.
Program seperti itu sudah dilakukan di Haiti dan Rwanda. Mereka yang menerima uang dari cash transfer program dilatih untuk bisa melakukan contact tracing terhadap warga yang terinfeksi Covid-19. Mereka juga bisa diminta untuk melakukan distribusi vaksin. “Ini juga merupakan bentuk investasi di sektor publich health work force,” ujarnya.
Di saat yang bersamaan vaksinasi juga dilakukan di banyak negara di dunia. Vaksinasi memang jadi salah satu cara untuk mengakhiri Pandemi Covid-19. Namun harap dipahami, tidak ada jaminan apabila 70 persen hingga 80 persen penduduk dunia sudah divaksinasi maka virus Covid-19 akan pergi begitu saja.
Oleh karena itu, menurut Pakar kesehatan yang juga mantan Presiden Bank Dunia Jim Yong Kim mengatakan sekarang menjadi saat yang tepat untuk melakukan investasi di sektor tenaga medis publik agar bisa membantu mempercepat berakhirnya Pandemi Covid-19. Jim Yong Kim menjelaskan, komunitas lokal bisa mempunyai peranan penting dalam penanganan Covid-19.
Menurutnya, warga lokal yang dipercaya oleh komunitas di wilayahnya itu bisa direkrut untuk melakukan contact tracing. Mereka juga bisa diberdayakan untuk melakukan distribusi vaksin. Ini untuk mengantisipasi apabila ada warga yang masih tidak mau divaksinasi. Mereka baru mau divakisinasi apabila proses tersebut dilakukan oleh orang yang mereka percaya. “Jadi warga lokal bisa dijadikan sebagai tenaga medis,” kata Kim dalam diskusi virtual DBS Asian Insight dan IDE Katadata 2021, Senin (22/3/2021).
Berakhir Sebelum 2022
Kim mengatakan, Bank Dunia mempunyai cash transfer program. Program ini berupa memberikan uang kepada mereka yang tidak mampu, namun untuk mendapatkan uang tersebut harus bersedia menerima pelatihan.
Program seperti itu sudah dilakukan di Haiti dan Rwanda. Mereka yang menerima uang dari cash transfer program dilatih untuk bisa melakukan contact tracing terhadap warga yang terinfeksi Covid-19. Mereka juga bisa diminta untuk melakukan distribusi vaksin. “Ini juga merupakan bentuk investasi di sektor publich health work force,” ujarnya.
Lihat Juga :