Pengamat Dorong Pengungkapan Kasus Jiwasraya Harus dari Hulu ke Hilir
Kamis, 25 Maret 2021 - 06:32 WIB
loading...
Pengamat mendorong pengungkapan kasus Jiwasraya dari hulu hingga hilir, siapa saja grup-grup raksasa yang berbisnis dengan Jiwasraya. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Kasus Jiwasraya harus diakui sangat menyedot perhatian publik Indonesia setahun terakhir ini. Dari perusahaan pelat merah tersebut terungkap kerugian negara mencapai Rp16 triliun lebih.
Pengembangan kasus pun terus dilakukan oleh Kejaksaan Agung hingga sekarang. Sebelumnya telah diketahui, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi telah memvonis enam terdakwa yang dinyatakan terbukti menyebabkan kerugian keuangan negara dari Jiwasraya.
Baca Juga: Perhitungan Kerugian Kasus Jiwasraya Oleh BPK Disebut Berdasarkan Asumsi
Di antara keenam terdakwa tersebut, nama Benny Tjokro merupakan sosok yang paling mengemuka dan perannya dianggap sentral dalam terjadinya kerugian keuangan negara dari Jiwasraya. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Yusuf Wibisono mengungkapkan, Benny Tjokro hanyalah oknum kecil dari skandal Jiwasraya yang terjadi.
"Yang harus ditarik itu lebih penting adalah kepala-kepalanya, siapa dulu Menteri BUMN-nya sewaktu Jiwasraya terbelit keuangannya, siapa saja grup-grup raksasa yang berbisnis dengan Jiwasraya selain Benny, isunya itu ada juga Grup lain kan," ucap Yusuf.
Pengembangan kasus pun terus dilakukan oleh Kejaksaan Agung hingga sekarang. Sebelumnya telah diketahui, majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi telah memvonis enam terdakwa yang dinyatakan terbukti menyebabkan kerugian keuangan negara dari Jiwasraya.
Baca Juga: Perhitungan Kerugian Kasus Jiwasraya Oleh BPK Disebut Berdasarkan Asumsi
Di antara keenam terdakwa tersebut, nama Benny Tjokro merupakan sosok yang paling mengemuka dan perannya dianggap sentral dalam terjadinya kerugian keuangan negara dari Jiwasraya. Pengamat politik dari Universitas Nasional (Unas) Yusuf Wibisono mengungkapkan, Benny Tjokro hanyalah oknum kecil dari skandal Jiwasraya yang terjadi.
"Yang harus ditarik itu lebih penting adalah kepala-kepalanya, siapa dulu Menteri BUMN-nya sewaktu Jiwasraya terbelit keuangannya, siapa saja grup-grup raksasa yang berbisnis dengan Jiwasraya selain Benny, isunya itu ada juga Grup lain kan," ucap Yusuf.
Lihat Juga :