Sambangi BPH Migas, Pengusaha Muda Jajaki Peluang Hilir Migas
Jum'at, 26 Maret 2021 - 12:48 WIB
loading...
A
A
A
"Pembangunan infrastruktur storage tank saat ini tidak dapat memenuhi kebutuhan yang dibutuhkan, hanya bisa mensupplai 7 juta. Oleh karena itu, ada peluang untuk bisa memaksimalkan pengusaha agar bisa terjun ke usaha hilir migas," ucapnya.
Semangat pemerintah untuk kerja sama dengan HIPMI disambut baik. Yang penting pasokan gas dari mana sumbernya dan lewat mana. Secara prinsip, HIPMI dan BPH Migas siap tindak lanjut dengan MoU, sekaligus nanti mendetailkan sektor-sektor yang bisa dikerjasamakan.
"Potensi bisnis sekaligus kontribusi swasta terhadap distribusi migas melalui pipa masih perlu didukung oleh BPH Migas, mengingat sering kali terjadi hambatan berkaitan dengan hak guna lahan antara pemilik properti dengan vendor gas, juga berkaitan dengan andil pertamina dalam bisnis tabung gas, perlu ditilik lebih komprehensif untuk hal ini," ungkapnya.
Anggawira menyarankan, alternatif solusi pemberdayaan dan pelatihan pengusaha UMKM melalui roadshow komprehensif, terintegrasi dan berkelanjutan dengan harapan akan dihasilkan database vendor baru, pemahaman industri hilir migas. Dengan adanya MoU dan kontrak langsung dengan melibatkan regulator daerah, perusahaan swasta daerah maupun nasional dan BUMN.
"HIPMI mengharapkan hal ini tidak hanya konsepsi, namun menjadi implementasi," tuturnya.
Sekretaris BPH Migas Bambang Utoro menyatakan, setuju dengan bersinergi dan berkolaborasi dengan HIPMI dalam hal distribusi migas demi kemandirian ketahanan energi di setiap daerah. BPH Migas akan memberikan skema daerah dan HIPMI diharapkan dapat menyeleksi dan mendorong vendor-vendor terbaik.
Semangat pemerintah untuk kerja sama dengan HIPMI disambut baik. Yang penting pasokan gas dari mana sumbernya dan lewat mana. Secara prinsip, HIPMI dan BPH Migas siap tindak lanjut dengan MoU, sekaligus nanti mendetailkan sektor-sektor yang bisa dikerjasamakan.
"Potensi bisnis sekaligus kontribusi swasta terhadap distribusi migas melalui pipa masih perlu didukung oleh BPH Migas, mengingat sering kali terjadi hambatan berkaitan dengan hak guna lahan antara pemilik properti dengan vendor gas, juga berkaitan dengan andil pertamina dalam bisnis tabung gas, perlu ditilik lebih komprehensif untuk hal ini," ungkapnya.
Anggawira menyarankan, alternatif solusi pemberdayaan dan pelatihan pengusaha UMKM melalui roadshow komprehensif, terintegrasi dan berkelanjutan dengan harapan akan dihasilkan database vendor baru, pemahaman industri hilir migas. Dengan adanya MoU dan kontrak langsung dengan melibatkan regulator daerah, perusahaan swasta daerah maupun nasional dan BUMN.
"HIPMI mengharapkan hal ini tidak hanya konsepsi, namun menjadi implementasi," tuturnya.
Sekretaris BPH Migas Bambang Utoro menyatakan, setuju dengan bersinergi dan berkolaborasi dengan HIPMI dalam hal distribusi migas demi kemandirian ketahanan energi di setiap daerah. BPH Migas akan memberikan skema daerah dan HIPMI diharapkan dapat menyeleksi dan mendorong vendor-vendor terbaik.
Lihat Juga :