Pemerintah dan BI Berjamaah Kembangkan Ekonomi dan Keuangan Syariah

Selasa, 30 Maret 2021 - 11:28 WIB
loading...
Pemerintah dan BI Berjamaah...
Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Pemerintah terus mendorong pengembangan ekonomi dan keuangan syariah. Tujuannya untuk menjadikan ekonomi dan keuangan syariah Indonesia bisa menjadi peringkat teratas di dunia.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan, ada beberapa hal yang dilakukan untuk mendorong ekonomi dan keuangan syariah. Salah satunya adalah dengan pembentukan Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) yang posisinya langsung di bawah kepemimpinan presiden Joko Widodo.

“Kemajuan pesat tersebut sejalan dengan ikhtiar dan doa kita semua yang secara bersama dalam sinergi yang kuat di dalam wadah Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah di bawah kepemimpinan langsung bapak Presiden dan Ketua Harian bapak Wakil Presiden,” ujarnya dalam acara rakornas BWI, Selasa (30/3/2021).

Baca juga: Bos BI Sebut Ekonomi Syariah RI Berkembang Pesat, Ini Buktinya

Menurut Perry, dengan KNEKS, bersama membangun mata rantai ekonomi halal dari mulai pesantren hingga industri besar. Ada beberapa sektor juga yang bisa dikembangkan untuk mendongkrak ekonomi dan keuangan syariah.

“Kita berjamaah dalam pengembangan ekonomi syariah untuk membangun mata rantai ekonomi halal dari pesantren hingga industri besar. Di sejumlah sektor unggulan seperti makanan, pakaian, kosmetik dan pariwisata,” jelasnya.

Sementara itu, untuk memperkuat keuangan syariah, peran perbankan akan terus didorong. Selain itu, pemerintah juga mendorong keuangan syariah lainya seperti infak, zakat, sodakoh hingga wakat untuk pembiayaan ekonomi produktif.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
BI Blak-blakan soal...
BI Blak-blakan soal Kombinasi Pemicu Kejatuhan Rupiah yang Sempat Rp18 Ribu per Dolar AS
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Rupiah Ditutup Melemah,...
Rupiah Ditutup Melemah, Sempat Sentuh Rp18.000 per Dolar AS
Uang Beredar di Mei...
Uang Beredar di Mei 2026 Capai Rp10.415,9 Triliun, BI: Tumbuh 10,8 Persen
BI Rate Diprediksi Naik...
BI Rate Diprediksi Naik sampai 6%, Waspadai Risiko Kredit dan Daya Beli
Lanjutkan Dedolarisasi,...
Lanjutkan Dedolarisasi, China dan Indonesia Buang Dolar Rp229,6 Triliun dalam 4 Bulan
Kemenag-BI Dorong Rohis...
Kemenag-BI Dorong Rohis Jadi Penggerak Literasi Syariah di Ruang Digital
Bea Cukai Soetta Gagalkan...
Bea Cukai Soetta Gagalkan Masuknya Uang Asing Senilai Rp6,3 Miliar Tanpa Izin
Stabilitas Harga Rupiah...
Stabilitas Harga Rupiah Pasca BI Rate Naik (Lagi)
Rekomendasi
Ditutup-tutupi selama...
Ditutup-tutupi selama 1 Bulan, 2 Pilot China Tewas saat Latihan Perang
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Marc Marquez Juara MotoGP...
Marc Marquez Juara MotoGP Jerman 2026, Alex Kecelakaan di Tikungan 13
Berita Terkini
Jakarta Fair 2026 Diserbu...
Jakarta Fair 2026 Diserbu 6 Juta Pengunjung, Nilai Transaksi Cetak Rp8,2 Triliun
Laporan Menkop ke Prabowo:...
Laporan Menkop ke Prabowo: 15.845 Koperasi Merah Putih Sudah Berdiri, 19 Ribu Masih Dibangun
Pengawasan DMO Diperketat,...
Pengawasan DMO Diperketat, PLN Didorong Kebut Kontrak Pasokan Batu Bara
Garuda Terapkan Bagasi...
Garuda Terapkan Bagasi Piece Concept, Bawaan Penumpang Bisa hingga 64 Kg
Selat Hormuz Kembali...
Selat Hormuz Kembali Ditutup Total, Siap-siap Harga Minyak Bisa Meroket
Bandara Banda Neira...
Bandara Banda Neira Bakal Dibangun Ulang, Pesawat Kapasitas Besar Bisa Mendarat
Infografis
Perburuan Sepatu Emas...
Perburuan Sepatu Emas Piala Dunia 2026: Messi Dihantui Haaland dan Mbappe!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved