China Beri Peringatan Keras ke H&M: Jangan Harap Mendapatkan Uang dari Kami
Kamis, 01 April 2021 - 06:13 WIB
loading...
Pemerintah China telah memperingatkan, brand ritel pakaian terkenal yakni H&M, bahwa mereka tidak akan bisa mendapatkan uang sepeser pun di Negeri Tirai Bambu apabila menolak membeli kapas dari wilayah Xinjiang. Foto/Dok BBC
A
A
A
BEIJING - Pemerintah China telah memperingatkan, brand ritel pakaian terkenal yakni H&M, bahwa mereka tidak akan bisa mendapatkan uang sepeser pun di Negeri Tirai Bambu -julukan China- apabila menolak membeli kapas dari wilayah Xinjiang . H&M dan brand barat lainnya tengah menghadapi serangan balik di China.
Hal itu buntut, setelah perusahaan asing itu berkomentar dan mencoba kritis terkait dugaan adanya praktik kerja paksa dalam produksi kapas. Seperti diketahui China telah dituduh mempekerjakan warga minoritas Uyghur yang sebagian besar Muslim untuk memetik kapas di Xinjiang.
Baca Juga: Kemarahan China Menyasar Nike dan H&M Terkait Kapas Xinjiang
China menyangkal hal itu dan dalam beberapa hari terakhir, brand-brand tersebut telah diboikot. "Saya rasa sebuah perusahaan tidak seharusnya mempolitisasi perilaku ekonominya," kata Xu Guixiang, juru bicara pemerintah Xinjiang, dalam konferensi pers pada hari Senin.
"Bisakah H&M terus menghasilkan uang di pasar China? Tidak lagi," ungkap Xu Guixiang.
Sambung Xu mengatakan, keputusan beberapa merek untuk berhenti membeli kapas Xinjiang, menurutnya sebagai langkah yang 'tidak masuk akal'. Ia mengibaratkan kebijakan tersebut seperti perumpamaan "mengangkat batu untuk menjatuhkannya di kaki sendiri".
H&M sejauh ini belum menanggapi permintaan menanggapi langkah pemerintah China itu, yang dilayangkan BBC. Ucapan juru bicara China itu menimbulkan keraguan pada masa depan perusahaan Swedia itu di salah satu pasar terbesar di dunia.
Hal itu buntut, setelah perusahaan asing itu berkomentar dan mencoba kritis terkait dugaan adanya praktik kerja paksa dalam produksi kapas. Seperti diketahui China telah dituduh mempekerjakan warga minoritas Uyghur yang sebagian besar Muslim untuk memetik kapas di Xinjiang.
Baca Juga: Kemarahan China Menyasar Nike dan H&M Terkait Kapas Xinjiang
China menyangkal hal itu dan dalam beberapa hari terakhir, brand-brand tersebut telah diboikot. "Saya rasa sebuah perusahaan tidak seharusnya mempolitisasi perilaku ekonominya," kata Xu Guixiang, juru bicara pemerintah Xinjiang, dalam konferensi pers pada hari Senin.
"Bisakah H&M terus menghasilkan uang di pasar China? Tidak lagi," ungkap Xu Guixiang.
Sambung Xu mengatakan, keputusan beberapa merek untuk berhenti membeli kapas Xinjiang, menurutnya sebagai langkah yang 'tidak masuk akal'. Ia mengibaratkan kebijakan tersebut seperti perumpamaan "mengangkat batu untuk menjatuhkannya di kaki sendiri".
H&M sejauh ini belum menanggapi permintaan menanggapi langkah pemerintah China itu, yang dilayangkan BBC. Ucapan juru bicara China itu menimbulkan keraguan pada masa depan perusahaan Swedia itu di salah satu pasar terbesar di dunia.
Lihat Juga :