30 Juta Bulk Vaksin Sinovac Akan Tiba di Indonesia Bulan ini

loading...
30 Juta Bulk Vaksin Sinovac Akan Tiba di Indonesia Bulan ini
Vaksin Covid-19 Sinovac. Foto/Dok SINDOphoto/Arif Julianto
JAKARTA - Holding BUMN Farmasi, PT Bio Farma (Persero) mencatat, sebanyak 30 juta bulk atau bahan baku vaksin Covid-19 Asal Sinovac akan tiba pada April 2021. Total bulk vaksin yang diterima Indonesia dari produsen China tersebut mencapai 140 juta dosis.

Kedatangan bulk vaksin Covid-19 pada bulan ini merupakan rangkaian atau tahapan dari pengiriman sebelumnya. Sekretaris Perusahaan Bio Farma, Bambang Heriyanto menyebut, hingga Juli 2021 total bahan baku Sinovac mencapai 140 juta.

"Bulk Sinovac yang akan datang sampai Juli 2021 itu sebanyak 140 juta dosis yang pengirimannya akan dilakukan secara bertahap, dan dalam waktu dekat akan datang sekitar 30 juta dosis bulk pada bulan Apri 2021 yang tentunya akan segera diproses untuk menambah stok vaksin berikutnya," ujar Kamis (1/3/2021).

Baca juga: PenjualanTiket Mudik Lebaran Baru Dibuka Setelah 30 April 2021



Saat ini, jumlah vaksin Covid-19 yang didistribusikan ke seluruh Provinsi di Indonesia mencapai 20,5 juta dosis. Vaksin tersebut terdiri dari vaksin jadi asal Sinovac, AstraZeneca, serta vaksin yang diproduksi PT Bio Farma (Persero) dengan bulk dari Sinovac.

Adapun total vaksin yang sudah diterima sebanyak 3 juta dosis vaksin produk jadi dari Sinovac, 1,11 juta dosis vaksin AstraZeneca, dan 53,5 juta dosis bulk dari Sinovac.

“Total bulk yang sudah kami terima adalah sejumlah 53,5 juta dosis, yang kami terima dalam 4 kali kedatangan, dan sudah kami proses produksi sejak 13 Januari 2021 lalu dan diperkirakan menjadi sekitar 42 juta dosis, dan per 30 Maret sudah kami produksi sejumlah 26 juta dosis," katanya.

Baca juga: Pertama di Dunia, Rusia Daftarkan Vaksin Covid-19 untuk Hewan

Saat ini perseroan tengah melakukan percepatan dan penambahan kapasitas produksi vaksin Covid-19. Bambang menyebut, percepatan produksi dengan menggunakan fasilitas produksi berupa gedung 43 yang sudah mendapatkan sertifikasi Cara Pembuatan Obat yang Baik (CPOB) atau Quality Assurance (QA) dari BPOM.

"Mulai 30 Maret 2021 kemarin, sudah bisa digunakan untuk produksi, dimana produksi sebelumnya hanya bisa dilakukan di fasilitas produksi gedung nomor 21," tuturnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top