Surplus Beras Sejak Lima Tahun Lalu, Kalsel Cetak Sejarah Ketahanan Pangan
Sabtu, 03 April 2021 - 18:04 WIB
loading...
Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) mampu mencetak sejarah yang cemerlang dalam urusan ketahanan pangan . Diketahui sejak 2016 hingga saat ini, Kalsel terus mengenjot produksi berasnya dan setiap tahun selalu mengalami peningkatan. Sejak tahun 2016, Kalsel sudah memperoduksi sebanyak dua juta ton gabah (setara dengan 1,4 juta ton beras).
Tidak mengherankan bila Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut Kalsel merupakan salah satu penyanggah pangan nasional. Dan di tahun 2020 Kalsel di bawah kepemimpinan Gubernur Sahbirin atau yang sering dipanggil Paman Biri, memperoleh penghargaan dari Kementerian Pertanian karena berhasil mengamankan stok pangan selama pandemi Covid-19. Itulah yang disampaikan Zul Fahmi, koordinator Koalisi Rakyat Banjar di Banjarmasin. “Kementerian Pertanian sudah kasih apresiasi. Itu salah satu wujud pengakuan di tingkat nasional,” ujarnnya, dalam keterangan terulis, Sabtu (3/4/2021). ( Baca juga:Raker 3 Menteri Bersama DPR, KLHK Paparkan Program Ketahanan Pangan )
KemampuanKalsel tetap mengamankan stok pangan di tengah pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian dunia dan nasional bergerak lambat bahkan defisit merupakan prestasi yang tidak tangung-tanggung. Prestasi itu bisa dikatakan menjadi cahaya harapan di tengah lesunya perekonomian. Apalagi keberhasilan ini terkait masalah pangan yang merupakan kebutuhan mendasar rakyat dan bisa menimbulkan instabilitas bila tak terpenuhi. “Sampai sekarang, capaian itu masih berlanjut,” tambah Fahmi.
Catatan emas dalam semua keberhasilan ini memang tidak terlepas dari tangan dingin kepemimpinan Gubernur Sahbirin. Kemampuannya melakukan transformasi pertanian dengan pendekatan teknologi dan menyemangati petani Kalsel. “Kami berharap prestasi ini terus dipertahankan,” kata Fahmi.
Paman Birin, ujar Fahmi, juga merupakan tipikal pemimpin yang sangat memperhatikan peningkatan kesejahteraan para petani. Peningkatan kesejahteraan petani adalah harga mati bagi Paman Birin. Kecintaannya pada petani meletakkan sektor pertanian menjadi primadona di Kalsel.
Tidak mengherankan bila Kementerian Pertanian (Kementan) menyebut Kalsel merupakan salah satu penyanggah pangan nasional. Dan di tahun 2020 Kalsel di bawah kepemimpinan Gubernur Sahbirin atau yang sering dipanggil Paman Biri, memperoleh penghargaan dari Kementerian Pertanian karena berhasil mengamankan stok pangan selama pandemi Covid-19. Itulah yang disampaikan Zul Fahmi, koordinator Koalisi Rakyat Banjar di Banjarmasin. “Kementerian Pertanian sudah kasih apresiasi. Itu salah satu wujud pengakuan di tingkat nasional,” ujarnnya, dalam keterangan terulis, Sabtu (3/4/2021). ( Baca juga:Raker 3 Menteri Bersama DPR, KLHK Paparkan Program Ketahanan Pangan )
KemampuanKalsel tetap mengamankan stok pangan di tengah pandemi Covid-19 yang membuat perekonomian dunia dan nasional bergerak lambat bahkan defisit merupakan prestasi yang tidak tangung-tanggung. Prestasi itu bisa dikatakan menjadi cahaya harapan di tengah lesunya perekonomian. Apalagi keberhasilan ini terkait masalah pangan yang merupakan kebutuhan mendasar rakyat dan bisa menimbulkan instabilitas bila tak terpenuhi. “Sampai sekarang, capaian itu masih berlanjut,” tambah Fahmi.
Catatan emas dalam semua keberhasilan ini memang tidak terlepas dari tangan dingin kepemimpinan Gubernur Sahbirin. Kemampuannya melakukan transformasi pertanian dengan pendekatan teknologi dan menyemangati petani Kalsel. “Kami berharap prestasi ini terus dipertahankan,” kata Fahmi.
Paman Birin, ujar Fahmi, juga merupakan tipikal pemimpin yang sangat memperhatikan peningkatan kesejahteraan para petani. Peningkatan kesejahteraan petani adalah harga mati bagi Paman Birin. Kecintaannya pada petani meletakkan sektor pertanian menjadi primadona di Kalsel.
Lihat Juga :