Berkat Relaksasi Pajak, Penjualan Hunian Melonjak 323,5%

loading...
Berkat Relaksasi Pajak, Penjualan Hunian Melonjak 323,5%
Dibebaskannya PPN disebut-sebut sukses mendongkrak penjualan hunian hingga lebih dari 300%. Foto/Ilustrasi
JAKARTA - Insentif pajak di sektor properti berupa pemangkasan bahkan penghapusan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dipastikan memberi dampak positif yang cukup besar. Insentif tersebut diklaim membuat penjualan hunian ready stock melonjak hingga 323,5%.

"Meskipun hanya berlaku untuk hunian siap huni atau ready stock, namun paling tidak kebijakan ini dapat memberikan harapan dan angin segar bagi pergerakan pasar perumahan di Tanah Air," ujar CEO Indonesia Property Watch Ali Tranghanda mengatakan, dalam keterangan tertulis, Senin (12/4/2021). Baca Juga: Relaksasi PPN Bakal Gairahkan Lagi Sektor Propert

Berdasarkan survei pasar perumahan yang dilakukan Indonesia Property Watch, diperkirakan pasar perumahan di Banten mengalami pertumbuhan positif pada kuartal I/2021 sebesar 7,5%.

Berdasarkan survei IPW, pasar perumahan di Banten diprediksi tumbuh pada kuartal I/2021 sebesar 7,5%. Yang menarik, terjadi peningkatan penjualan rumah stok 323,5% secara kuartalan (qtq). Kenaikan ini membuat kontribusi rumah siap huni mencapai 14,6% dari total unit terjual.

Penjualan ready stock ini sebagian besar dapat dipastikan terjadi karena adanya pengurangan PPN yang meningkatkan permintaan konsumen untuk membeli rumah. Bahkan, kata Ali, sebagian besar penjualan ready stock ini berada di segmen harga di bawah Rp1 miliar. Baca Juga: Kisruh Demokrat, Ini 5 Pernyataan Moeldoko yang Bikin Gerah AHY dkk



"Pada triwulan kedua diperkirakan akan terjadi peningkatan lebih tinggi lagi untuk penjualan rumah ready stock dengan melihat bahwa semakin banyak masyakarat yang mulai mengetahui relaksasi tersebut," ujarnya.

Ali berharap,pemerintah dapat memberikan relaksasi pengurangan PPN bagi penjualan perumahan indent, sehingga dapat berkontribusi signifikan bagi perekonomian nasional.

"Seperti diketahui multiplier effect sektor properti termasuk perumahan sangat besar sebagai lokomotif perekonomian nasional dan mendorong 174 industri ikutan lainnya," jelas dia.
(fai)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top