Digebuk Pagebluk, Sindikat Uang Palsu Mati Kutu

Rabu, 14 April 2021 - 12:12 WIB
loading...
Digebuk Pagebluk, Sindikat...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia mengumumkan tren keuangan digital selama masa pandemi membuat sindikat pembuat dan penyebar uang palsu jadi mati kutu. Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim mencatat terjadi penurunan uang palsu di 2020 dibandingkan 2019. Penurunannya hampir 5%. Tahun 2020 tercatat peredaran uang dengan rasio 5 lembar uang palsu dari 1 juta lembar uang yang diedarkan (UYD).

"Sementara itu biasanya rasionya 9 lembar per 1 juta uang yang diedarkan. Untuk kuartal pertama 2021 juga masih rendah dengan rasionya 2 lembar uang palsu per 1 juta UYD," ujar Marlison dalam webinar di Jakarta (14/3/2021).

Baca Juga: Asyik! Duit Pecahan Rp75.000 Bisa Buat Ngasih Fitrah Lebaran Keluarga

Menurutnya penurunan uang palsu ini sebagai dampak masa covid yang membuat masyarakat menghindari uang fisik dan beralih ke transaksi digital. Selanjutnya upaya mitigasi dari BI terus dilakukan untuk mencegah uang palsu di momen lebaran. Strategi yang dilakukan dengan kegiatan preventif atau pencegahan dengan melakukan peningkatan bahan uang kartal dan pengamanan. "Kami juga mengedukasi masyarakat dengan mengajak mencintai Rupiah dan merawatnya. Upaya menjaga bisa dengan 3D.

Baca Juga: Terungkap! Ini Dia Bank Syariah Pertama di Indonesia

Kepada generasi muda dihimbau agar memiliki kebanggaan pada simbol kedaulatan negara ini. Caranya dengan tidak merusak, memotong, ataupun menurunkan wibawa Rupiah dengan membuat konten tidak etis di sosial media. "Kami juga melakukan assessment pada perbankan untuk memastikan keaslian uang," katanya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kurs Rupiah Ambruk ke...
Kurs Rupiah Ambruk ke Rp17.956 per Dolar AS, BI Angkat Suara
Rupiah Semakin Terpuruk...
Rupiah Semakin Terpuruk Dekati Rp17.900 per Dolar AS, BI Buka Suara
Ekonomi RI Punya Ketahanan...
Ekonomi RI Punya Ketahanan Nasional, Gubernur BI: Tuhan Cinta Sama Kita
BI Targetkan QRIS Terhubung...
BI Targetkan QRIS Terhubung ke India hingga Timor Leste Tahun Ini
Jaga Rupiah, BI Perketat...
Jaga Rupiah, BI Perketat Aturan Transaksi Valas per Juni 2026
Tok! BI Menaikkan Suku...
Tok! BI Menaikkan Suku Bunga Acuan ke Level 5,25%, Mampukah Selamatkan Rupiah?
Sinergi Pemprov DKI...
Sinergi Pemprov DKI dan BI, Inflasi Jakarta Melandai pada Mei
Dilema Bank Indonesia:...
Dilema Bank Indonesia: Menjaga Rupiah demi Menjaga Masa Depan Ekonomi
Rupiah dan Pasar Distrust?
Rupiah dan Pasar Distrust?
Rekomendasi
Sony Sanjaya Tulis Pesan...
Sony Sanjaya Tulis Pesan untuk Kepala BGN Nanik S Deyang Sebelum Ditahan, Apa Isinya?
Harta Kekayaan Silmy...
Harta Kekayaan Silmy Karim Rp234,5 Miliar, Kini Jadi Tersangka Dugaan Pemerasan
Dadan Hindayana Cs Tersangka...
Dadan Hindayana Cs Tersangka Korupsi, Politikus PDIP Sebut Bolak-balik Singgung Kelemahan Tata Kelola MBG
Berita Terkini
DSI Dinilai Bisa Perkuat...
DSI Dinilai Bisa Perkuat Ekspor dan Transparansi Tata Kelola SDA
IHSG Kebakaran, Rontok...
IHSG 'Kebakaran', Rontok 3,58% ke 5.734 Siang Ini
Mendorong Standar Baru...
Mendorong Standar Baru Hilirisasi Nikel Berkelanjutan Tengah Tuntutan Global
DPR Sahkan Revisi UU...
DPR Sahkan Revisi UU PPSK Hari Ini, Berikut Poin-poin Lengkapnya
Ayo Belajar Cara Investasi...
Ayo Belajar Cara Investasi ETF di IG Live MNC Sekuritas: Investasi Simpel dengan Diversifikasi Otomatis
Mengenal Lipstick Effect,...
Mengenal Lipstick Effect, Alasan Mal dan Coffee Shop Tetap Ramai di Tengah Krisis Ekonomi
Infografis
12 Terlapor dalam Kasus...
12 Terlapor dalam Kasus Tudingan Ijazah Palsu Jokowi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved