Digebuk Pagebluk, Sindikat Uang Palsu Mati Kutu

loading...
Digebuk Pagebluk, Sindikat Uang Palsu Mati Kutu
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
JAKARTA - Bank Indonesia mengumumkan tren keuangan digital selama masa pandemi membuat sindikat pembuat dan penyebar uang palsu jadi mati kutu. Kepala Departemen Pengelolaan Uang BI, Marlison Hakim mencatat terjadi penurunan uang palsu di 2020 dibandingkan 2019. Penurunannya hampir 5%. Tahun 2020 tercatat peredaran uang dengan rasio 5 lembar uang palsu dari 1 juta lembar uang yang diedarkan (UYD).

"Sementara itu biasanya rasionya 9 lembar per 1 juta uang yang diedarkan. Untuk kuartal pertama 2021 juga masih rendah dengan rasionya 2 lembar uang palsu per 1 juta UYD," ujar Marlison dalam webinar di Jakarta (14/3/2021).

Baca Juga: Asyik! Duit Pecahan Rp75.000 Bisa Buat Ngasih Fitrah Lebaran Keluarga

Menurutnya penurunan uang palsu ini sebagai dampak masa covid yang membuat masyarakat menghindari uang fisik dan beralih ke transaksi digital. Selanjutnya upaya mitigasi dari BI terus dilakukan untuk mencegah uang palsu di momen lebaran. Strategi yang dilakukan dengan kegiatan preventif atau pencegahan dengan melakukan peningkatan bahan uang kartal dan pengamanan. "Kami juga mengedukasi masyarakat dengan mengajak mencintai Rupiah dan merawatnya. Upaya menjaga bisa dengan 3D.

Baca Juga: Terungkap! Ini Dia Bank Syariah Pertama di Indonesia



Kepada generasi muda dihimbau agar memiliki kebanggaan pada simbol kedaulatan negara ini. Caranya dengan tidak merusak, memotong, ataupun menurunkan wibawa Rupiah dengan membuat konten tidak etis di sosial media. "Kami juga melakukan assessment pada perbankan untuk memastikan keaslian uang," katanya.
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top