Napak Tilas Gus Dur Kibarkan Islam di Eropa Bisa Jadi Peluang Halal Tourism Diaspora Santri

Jum'at, 16 April 2021 - 12:48 WIB
loading...
A A A
“Kenapa kita tidak bisa membuat story telling seperti itu, terkait dengan nilai-nilai Islam di Indonesia, misalnya Wali Songo, kemudian menjadi story yang ingin dipelajari orang-orang di seluruh dunia. Kita perlu berkolaborasi untuk mewujudkan mimpi-mimpi dan peluang yang ada. Kita sekarang berada di wilayah digital population,” paparnya, dalam diskusi ‘Membangun Narasi Publik, Menguatkan Diplomasi Perdamaian” yang diselenggarakan PCINU Lintas Negara, yang dihadiri Savic Ali (Direktur NUOnline), Erwin Dariyanto (Redaktur Detik), Munawir Aziz (Sekretaris PCINU United Kingdom), Ahmad Saifuddin Zuhri (PCINU Tiongkok) dan beberapa perwakilan santri dari berbagai negara, beberapa waktu lalu.

Untuk menguatkan peran diaspora santri, Sitta menjelaskan pentingnya jaringan dan data yang komprehensif. “Kita membutuhkan digital database dan networking, sehingga dari situ kita bisa berkolaborasi secara lebih rapi. Nah, kalau sekarang kita sebagai professional aktif di LinkedIn, nah ini para santri perlu membuat jaringan yang di situ kita bisa berkomunikasi secara professional maupun secara informal,” ajaknya.

Baca Juga: Didemo Karyawan Soal Gaji & THR, Begini Penjelasan KFC

Lebih dari itu, Sitta menjelaskan bahwa saat ini penting melakukan strategi personal branding bagi para ekspert dari diaspora santri. “Hal penting, kita juga penting untuk membranding ekspert di berbagai bidang dengan identitas Indonesia, Islam damai dan ahlussunnah wal jamaah. Jadi, branding di setiap bidang, ada ahli ekonomi, ahli teknologi, ahli medical science, nah itu akan menjadi legacy bagi kita semua,” terang Sitta. Saat ini, diaspora santri telah menyebar di lebih dari 40 negara, dengan keahlian yang beragam. Dari teknologi, sains, medis, bisnis hingga keuangan internasional.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
IMAC Film Festival Sukses...
IMAC Film Festival Sukses Angkat Ekosistem Industri Kreatif Film Tanah Air
Lirik Potensi Properti...
Lirik Potensi Properti di Sumatera, BTN Ajak Santri di Pekanbaru Jadi Developer
BUMN Buka Rekrutmen...
BUMN Buka Rekrutmen bagi Diaspora Indonesia, Ada Lebih dari 135 Lowongan
Kalangan Santri Diajak...
Kalangan Santri Diajak Terapkan Ekonomi Sirkular
Dorong Kesejahteraan...
Dorong Kesejahteraan Perempuan, Santri Ganjar Latih Membuat Batik Tulis
Menjaring Diaspora RI...
Menjaring Diaspora RI di London, Erick Thohir Gelar BUMN Career Day
Sari Yuliati Minta Kasus...
Sari Yuliati Minta Kasus Pembakaran Santri di Lombok Diusut Tuntas
Menko AHY Dorong Diaspora...
Menko AHY Dorong Diaspora Indonesia di Rusia Bentuk Asosiasi Pengusaha
Paradoks NU: Ketika...
Paradoks NU: Ketika Membesar, Jangan Sampai Kehilangan Akar
Rekomendasi
Ronaldo: Sudah Saatnya...
Ronaldo: Sudah Saatnya Dunia Mengakui Lionel Messi yang Terhebat
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan...
Prabowo Apresiasi Pelaksanaan Haji 2026, Beri Catatan Ini untuk Tahun Depan
Serangan Israel ke Lebanon...
Serangan Israel ke Lebanon Bisa Gagalkan Perdamaian AS dan Iran, Ini 3 Alasannya
Berita Terkini
Maskapai China Spring...
Maskapai China Spring Airlines Resmi Mengudara di Indonesia, Buka Rute Seminggu 3 Kali
Indo Livestock 2026...
Indo Livestock 2026 Satukan Pelaku Industri dari 30 Negara, Perkuat Daya Saing Industri Peternakan RI
Indonesia-Australia...
Indonesia-Australia Kolaborasi Cetak Tenaga Ahli Butchery dan Food Safety
Strategi Moneter Dikritik...
Strategi Moneter Dikritik Banggar DPR, Begini Penjelasan BI Soal Menjaga Rupiah
Ancam Ritel dan Perbankan,...
Ancam Ritel dan Perbankan, Penipuan 'Gift Card' Digital Kian Sulit Terdeteksi
Bangun BRT Metropolitan...
Bangun BRT Metropolitan Cekungan Bandung, Brantas Abipraya Dukung Transformasi Transportasi
Infografis
5 Madrasah Tertua di...
5 Madrasah Tertua di Indonesia, Pelopor Pendidikan Islam Modern
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved