Diserang Mutasi Covid, Jepang Kembali Terancam Terjun ke Jurang Resesi

loading...
Diserang Mutasi Covid, Jepang Kembali Terancam Terjun ke Jurang Resesi
Ilustrasi. FOTO/REUTERS
JAKARTA - Peningkatan infeksi terbaru kasus Covid-19 memicu kekhawatiran terjadinya resesi ekonomi di Jepang. Meningkatnya kasus tersebut akibat diserang mutasi E484K dan terus menginfeksi seluruh wilayah sehingga memicu penambahan pasien Covid-19.

Disisi lain, ledakan kasus Covid-19 juga terjadi lantaran lambatnya peluncuran vaksinasi. Peningkatan kasus Covid-19 terjadi tiga bulan sebelum dimulainya Olimpiade Tokyo. "Risiko resesi double-dip jelas meningkat," kata Ekonom Senior BNP Paribas Securities Hiroshi Shiraishi seperti dilansir Reuters, Kamis (22/4/2021). "Dampak dari pemberlakuan pembatasan di Tokyo dan Osaka saja akan cukup besar," imbuhnya.

Baca Juga: Viral! Crazy Rich Jogja Siapkan Duit Rp20 Miliar Berburu Benda Klenik

Sebagai informasi, sejauh ini Jepang terus menghindari penyebaran pandemi eksplosif yang telah melanda banyak negara Barat. Adapun total kasus sejauh ini sekitar 540.000 dan korban tewas 9.707. Peningkatan infeksi terbaru telah memicu kekhawatiran. Merespons peningkatkan kasus, Perdana Menteri Yoshihide Suga pekan ini akan segera memutuskan apakah akan mengumumkan keadaan darurat atau tidak di sebagaian besar wilayah negara tersebut. Berdasarkan laporan Kantor Berita Jiji, pemerintah sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan pembatasan dari 25 April hingga 11 Mei 2021.

Baca Juga: Sstt..! Gudang Garam Akhirnya Buka Suara Soal Gugatan ke Gudang Baru

Disatu sisi diperkirakan akan mempertimbangkan pembatasan lebih ketat daripada yang dikeluarkan terakhir kali pada bulan Januari, seperti permintaan untuk department store dan pengecer besar lainnya untuk tutup. "Kami perlu mengambil langkah yang lebih kuat dan lebih terarah dari sebelumnya termasuk permintaan (untuk toko) untuk tutup," tandas Menteri Ekonomi Yasutoshi Nishimura seperti dikutip oleh Kantor Berita Kyodo, Kamis (22/4).

(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top