Dua Kecemasan Eksportir Sawit ke India: Lonjakan Kasus Covid dan Salipan Malaysia

loading...
Dua Kecemasan Eksportir Sawit ke India: Lonjakan Kasus Covid dan Salipan Malaysia
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Indonesia harus mewaspadai dampak lonjakan kasus Covid-19 di India terhadap ekspor minyak sawit Indonesia ke negara tersebut.

Ketua Bidang Luar Negeri Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) Fadhil Hasan mengatakan, sejauh ini aktivitas ekspor komoditas kelapa sawit ke India belum terkendala di tengah lonjakan kasus Covid-19. Dari sisi transportasi dan angkutan belum ada hambatan untuk ekspor.

Baca juga:Pemain Kriket Australia Pakai APD Lengkap dalam Penerbangan ke India

"Berdasarkan laporan dari lapangan, belum ada hambatan dalam pengangkutan, transportasi, dan sebagainya," ujarnya dalam Market Review IDX Channel, Rabu (28/4/2021).

Meski begitu, lanjut Fadhil, pelaku usaha akan terus mengawasi perkembangan kasus Covid-19 di India dan dampaknya terhadap konsumsi minyak sawit di negara tersebut.



Menurut dia, jika terjadi lockdown dalam jangka panjang di India, maka akan berdampak pada konsumsi minyak sawit dari Indonesia. Untuk itu perlu diantisipasi dampaknya terhadap ekspor Indonesia.

"Saya kira berapa besarnya kita belum tahu tetapi perlu diantisipasi. Kita terus melakukan monitoring dan evaluasi secara detail," tuturnya.

India merupakan salah satu negara destinasi utama ekspor produk minyak sawit dan turunannya. Pada tahun 2020, ekspor sawit Indonesia ke India mengalami peningkatan sekitar 1,8% dibandingkan tahun 2019. Namun ekspor sawit pada Januari 2021 ke India mengalami penurunan 41% dibandingkan pada Desember 2020.

Baca juga:Cerai dari Eryck Amaral, Aura Kasih Tak Takut Pacaran dengan Bule Lagi

Menurut Fadhil, penurunan ekspor tersebut bukan karena adanya lockdown atau peningkatan kasus Covid-19 di India, melainkan ada tren penurunan permintaan.



"Kemudian harga juga cukup tinggi. Selain itu, ini yang mungkin harus dicermati adalah Malaysia itu mengambil alih posisi Indonesia sebagai negara eksportir sawit ke India. Mereka memiliki skema pungutan ekspor yang lebih kecil atau yang lebih rendah dibandingkan Indonesia sehingga lebih kompetitif," tandasnya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top