Tinjau Panen di Malang, Presiden Jokowi Buktikan Produksi Padi Memuaskan
Jum'at, 30 April 2021 - 06:18 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (kanan) bersama Ketua DPR Puan Maharani dan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo berjalan menyusuri pematang di antara padi yang siap panen di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Kamis (29/4/2021). (Foto
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) bersama Ketua DPR Puan Maharani meninjau lokasi panen raya padi di Kabupaten Malang, Jawa Timur (Jatim), Kamis (29/4/2021). Presiden ingin membuktikan secara langsung kondisi perberasan nasional hasil panen awal tahun 2021 ini.
Alhasil, produksi padi di lokasi panen memuaskan yakni mencapai 12 ton per hektare (ha) gabah kering panen (GKP). Dengan demikian ke depan dengan perhitungan stok dan kebutuhan yang matang secara nasional, dipastikan tidak ada impor beras.
“Siang ini saya di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang untuk melihat panen, tanam dan penggilingan (Rice Milling Unit/RMU). Saya bersama dengan Ibu Puan Maharani, Ketua DPR RI dan para menteri, gubernur dan bupati untuk memastikan bahwa produksi padi yang ada betul-betul bisa memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia,” kata Presiden di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Jumat (30/4/2021).
(Baca juga:Impor Beras Batal, Jokowi: Tapi Hitung-hitungannya Harus Pasti)
Pada kegiatan ini, Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Dirut Bulog Budi Waseso dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta Bupati Malang.
Presiden menegaskan upaya memastikan langsung produksi dan stok beras nasional saat ini sangat penting. Pasalnya, kebutuhan beras masyarakat merupakan agenda utama pemerintah yang harus dipenuhi dan menjadi dasar dalam mengambil kebijakan yang tepat yakni impor atau tidaknya.
Alhasil, produksi padi di lokasi panen memuaskan yakni mencapai 12 ton per hektare (ha) gabah kering panen (GKP). Dengan demikian ke depan dengan perhitungan stok dan kebutuhan yang matang secara nasional, dipastikan tidak ada impor beras.
“Siang ini saya di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang untuk melihat panen, tanam dan penggilingan (Rice Milling Unit/RMU). Saya bersama dengan Ibu Puan Maharani, Ketua DPR RI dan para menteri, gubernur dan bupati untuk memastikan bahwa produksi padi yang ada betul-betul bisa memenuhi kebutuhan rakyat Indonesia,” kata Presiden di Desa Kanigoro, Kecamatan Pagelaran, Kabupaten Malang, dalam keterangan tertulis yang diterima Sindonews, Jumat (30/4/2021).
(Baca juga:Impor Beras Batal, Jokowi: Tapi Hitung-hitungannya Harus Pasti)
Pada kegiatan ini, Presiden Jokowi didampingi Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo, Dirut Bulog Budi Waseso dan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa serta Bupati Malang.
Presiden menegaskan upaya memastikan langsung produksi dan stok beras nasional saat ini sangat penting. Pasalnya, kebutuhan beras masyarakat merupakan agenda utama pemerintah yang harus dipenuhi dan menjadi dasar dalam mengambil kebijakan yang tepat yakni impor atau tidaknya.
Lihat Juga :