Kolaborasi, Langkah Strategis dalam Menciptakan Ekosistem Ultramikro

Jum'at, 30 April 2021 - 23:41 WIB
loading...
Kolaborasi, Langkah...
Nasabah Pegadaian Cabang Kebayoran Lama sedang menunggu antrean untuk mengajukan pinjaman dengan bunga murah. Foto/Dok.
A A A
JAKARTA - Pandemi Covid-19 memberikan pukulan telak terhadap kehidupan masyarakat dunia, tak terkecuali Indonesia. Tak hanya memukul aspek kesehatan, namun virus yang berasal dari Wuhan, China itu juga membuat laju perekonomian tersendat. Bahkan banyak negara yang perekonomiannya negatif.Di dalam negeri, dampak pandemi Covid-19 juga dirasakan oleh dunia usaha. Tak hanya industri besar tetapi industri skala menengah, kecil, hingga skala mikro dan ultramikro yang dijalankan oleh perorangan.

(Baca Juga : Camkan! BEI Bilang Investasi Saham Bukan Berjudi )

Dari data yang dipublikasikan Bank Indonesia (BI) , ada 87,5% Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) terdampak pandemi Covid-19. Sebagian besar terdampak dari sisi penjualan yang mencapai 93,2% dari total UMKM terdampak.Penurunan penjualan tersebut membuat kalangan pelaku usaha khususnya skala mikro terkendala dengan masalah permodalan. Dana yang semakin terbatas membuat para pelaku usaha harus memutar otak lebih keras lagi agar usaha terus berjalan. Hal itu pulalah yang dialami oleh Rizky Bachtiar (34) yang membuka usaha penjualan telepon seluler dan pulsa di kawasan pasar Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Meskipun penjualan pulsa tetap lancar seperti biasanya, namun tak demikian dengan penjualan telepon seluler baru dan bekas. ‘’Kadang tak terjual satu unit pun dalam tiga hari,’’ungkapnya Jumat (30/4/2021). Kondisi tersebut membuatnya was-was akan keberlangsungan usahanya ke depan. Apalagi, setelah setahun pandemi, dirinya sudah menghabiskan banyak dana untuk membayar dua orang karyawannya, sementara akses kepada pembiayaan formal terbatas. “Tidak ada lagi yang bisa diagunkan,’’tuturnya.

Namun demikian, Rizky mengaku masih bersyukur bisa menjalankan usahanya meskipun modal kian cekak. Itu lantaran dirinya masih bisa menggunakan kendaraan bermotornya untuk dijadikan jaminan mendapatkan modal tambahan. “Istilahnya disekolahkan di Pegadaian. Sudah beberapa kali motor keluar masuk Pegadaian,karena itu aset yang masih bisa dijadikan agunan dengan bunga yang ringan,’’ujarnya.

(Baca Juga : Pegadaian Beri Bantuan Laptop hingga Alquran ke TPA Rapi Nurul Jannah Gowa )

Untuk mendapatkan pinjaman dari bank, Rizky mengaku khawatir terkendala pembayaran cicilan. Ditambah persyaratan yang ketat, membuat dirinya pesimistis pengajuan kreditnya disetujui. “Kalau di Pegadaian prosesnya cepat dan bunganya ringan hanya 1,3% per bulan. Bayarnya pun tak perlu datang ke kantor Pegadaian karena bisa lewat channel pembayaran lain,’’tuturnya.

PT Pegadaian (Persero) selama ini memang menjadi salah satu pilihan masyarakat untuk mendapatkan darurat. Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ini memberikan layanan untuk memenuhi kebutuhan mendesak dalam jangka pendek. Berbeda dengan bank yang berbasis appraisal (kelayakan usaha), Pegadaian menggunakan basis layanan collateral. Tingkat suku bunga yang dikenakan kepada nasabah masih wajar dan murah jika diperbandingkan dengan kredit jangka pendek lainnya.

Salah satu produk yang dimiliki Pegadaian yakni kredit untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Kreasi. Dengan sistem fidusia, masyarakat yang memanfaatkan produk Kreasi bisa menggunakan anggunan BPKB sehingga kenderaan masih bisa digunakan untuk usaha. Produk inilah yang dimanfaatkan oleh Rizky untuk mendukung keberlangsungan usahanya ditengah pandemi Covid-19 yang masih melanda.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Perkuat Ekosistem Emas...
Perkuat Ekosistem Emas Nasional, Pegadaian Resmi Jadi Bagian Pendirian Indonesia Bullion Market Association (IBMA)
Pegadaian Dorong Green...
Pegadaian Dorong Green Tourism di Yogyakarta lewat Program Becak Kayuh Listrik
MengEmaskan Indonesia,...
MengEmaskan Indonesia, Wamenaker Jadi Saksi Keunggulan Manajerial Pegadaian
3 Cara Cek Emas Asli...
3 Cara Cek Emas Asli untuk Menghindari Kerugian Finansial
Pegadaian Raih Penghargaan...
Pegadaian Raih Penghargaan Top Company in Bullion Bank Industry 2026 Berkat Kontribusi Nyata pada Asta Cita
Buka Peluang Cuan Baru,...
Buka Peluang Cuan Baru, POJ dan TOP Kolaborasi Tambah Armada Ride-Hailing
Lowongan Kerja Bank...
Lowongan Kerja Bank BRI Juli 2026, Dibutuhkan Lulusan S1-S2 Berbagai Jurusan
Perkuat Kualitas Informasi,...
Perkuat Kualitas Informasi, Pegadaian Berkomitmen Tingkatkan Kompetensi Ratusan Jurnalis
Program ParenTRING,...
Program ParenTRING, Pegadaian Kanwil IX Jakarta 2 Gelar Khitanan Massal
Rekomendasi
Kisah Paredes Dicuekin...
Kisah Paredes Dicuekin Messi Sampai 3 Bulan Gara-gara Liga Champions
PWNU Jateng dan Konjen...
PWNU Jateng dan Konjen Tiongkok Jalin Kerja Sama Pendidikan, Gus Rozin Ikuti Jejak Gus Dur
Masalah Perampasan Aset...
Masalah Perampasan Aset Tindak Pidana
Berita Terkini
BPDP Perkuat Tata Kelola...
BPDP Perkuat Tata Kelola Industri Sawit Melalui Pedoman Pengarusutamaan Gender
Trump Getok Tarif Impor...
Trump Getok Tarif Impor Baru ke 60 Negara, Sekutu di Asia Protes Keras
Pasokan Minyak Global...
Pasokan Minyak Global Semakin Ketat, India dan China Berebut Diskon dari Rusia
Pertamina Foundation...
Pertamina Foundation Tanamkan Peduli Lingkungan Usia Dini
Panda Bond Indonesia...
Panda Bond Indonesia Raih Rating AAA, Purbaya: Ada yang Bilang Saya Bohong
Indonesia Perlu Arah...
Indonesia Perlu Arah Kebijakan Baru Jadi Pusat Hilirisasi Sawit Dunia
Infografis
Apa Itu Dilema Malaka?...
Apa Itu Dilema Malaka? Strategi AS Cekik Minyak China, Berpotensi Seret Indonesia dalam Konflik
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved