Rugi Triliunan dalam 2 Tahun, Peternak Ayam Gelar Aksi di Kementan
Selasa, 04 Mei 2021 - 14:07 WIB
loading...
Paguyuban Peternak Rakyat Indonesia (PPRN) saat melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Kementerian Pertanian, Jakarta. Foto/Ferdi Rantung
A
A
A
JAKARTA - Paguyuban Peternak Rakyat Indonesia (PPRN) melakukan aksi demonstrasi di depan gedung Kementerian Pertanian (kementan) , Jakarta. Mereka menuntut agar pemerintah dapat mengatasi masalah suplai day old chicken (DOC) dan menurunkan harga pakan peternak.
Ketua PPRN Alvino Antonio mengatakan bahwa peternak ayam mandiri sampai saat ini mengalami kerugian yang sangat besar. Jika dihitung, kerugian dalam 2 tahun terakhir diklaim mencapai Rp5,4 triliun.
Baca Juga: Gara-Gara Pemerintah Keok dari Brasil, Banyak Peternak Ayam Terancam Bangkrut
"Setiap minggunya kami mengalami kerugian. Dalam setahun kami rugi Rp2,7 triliun. Ini sudah terjadi sejak 2018 akhir, dan ditambah pandemi covid-19 lagi. Jadi Rp2,7 triliun dikalikan 2 sebesar Rp5,4 triliun," ujarnya di sela aksi demonstrasi di depan gedung Kementerian Pertanian, Selasa (4/5/2021).
Dia mengatakan, di saat peternak ayam mengeluarkan biaya produksi yang besar, harga jual ayam masih murah. "Saat ini input kita itu tinggi. Yang dimaksud input itu seperti DOC, pakan dan obat-obatan. Itu harganya tinggi. Pemerintah harus bertanggung jawab terkait hal ini," ujarnya.
Ketua PPRN Alvino Antonio mengatakan bahwa peternak ayam mandiri sampai saat ini mengalami kerugian yang sangat besar. Jika dihitung, kerugian dalam 2 tahun terakhir diklaim mencapai Rp5,4 triliun.
Baca Juga: Gara-Gara Pemerintah Keok dari Brasil, Banyak Peternak Ayam Terancam Bangkrut
"Setiap minggunya kami mengalami kerugian. Dalam setahun kami rugi Rp2,7 triliun. Ini sudah terjadi sejak 2018 akhir, dan ditambah pandemi covid-19 lagi. Jadi Rp2,7 triliun dikalikan 2 sebesar Rp5,4 triliun," ujarnya di sela aksi demonstrasi di depan gedung Kementerian Pertanian, Selasa (4/5/2021).
Dia mengatakan, di saat peternak ayam mengeluarkan biaya produksi yang besar, harga jual ayam masih murah. "Saat ini input kita itu tinggi. Yang dimaksud input itu seperti DOC, pakan dan obat-obatan. Itu harganya tinggi. Pemerintah harus bertanggung jawab terkait hal ini," ujarnya.
Lihat Juga :