China dan Korsel Jadi Bahan Contekan RI Soal Wisata Halal, Kok Bisa?
Kamis, 06 Mei 2021 - 19:57 WIB
loading...
A
A
A
"Bahkan saya pernah ke Korea Selatan, di sana itu ada Nami Island, di situ ada restoran halal, ada mushola, padahal itu tempat orang datang dari seluruh dunia. Nah itu artinya mereka memang menyiapkan layanan halal seperti itu," ungkap Wapres.
Oleh sebab itu, Wapres menegaskan bahwa penyediaan layanan syariah adalah konsep yang dipakai untuk mewujudkan wisata halal. Bukan berarti objek wisatanya yang harus disyariatkan. "Nah, ini yang memang kita kembangkan di daerah-daerah itu," tegasnya.
Baca Juga: Gaduh Soal Wisata Halal, Sandi Minta Jangan Terjebak pada Istilah
Sebagai contoh, kata Wapres, di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini sudah mulai ada pendidikan pariwisata bagi santri melalui balai latihan kerja (BLK) di pesantren-pesantren yang salah satu tujuannya untuk mencetak para pemandu wisata halal.
"Santri dididik untuk bagaimana dia menjadi pemandu wisata. Nah, ini dalam rangka mengembangkan wisata halal," jelasnya.
Oleh sebab itu, Wapres menegaskan bahwa penyediaan layanan syariah adalah konsep yang dipakai untuk mewujudkan wisata halal. Bukan berarti objek wisatanya yang harus disyariatkan. "Nah, ini yang memang kita kembangkan di daerah-daerah itu," tegasnya.
Baca Juga: Gaduh Soal Wisata Halal, Sandi Minta Jangan Terjebak pada Istilah
Sebagai contoh, kata Wapres, di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB) saat ini sudah mulai ada pendidikan pariwisata bagi santri melalui balai latihan kerja (BLK) di pesantren-pesantren yang salah satu tujuannya untuk mencetak para pemandu wisata halal.
"Santri dididik untuk bagaimana dia menjadi pemandu wisata. Nah, ini dalam rangka mengembangkan wisata halal," jelasnya.
(akr)
Lihat Juga :