Luhut Bersiap Sambut Industri Hijau Terbesar Dunia, Tempatnya di Kaltara

Jum'at, 07 Mei 2021 - 17:44 WIB
loading...
Luhut Bersiap Sambut Industri Hijau Terbesar Dunia, Tempatnya di Kaltara
Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, proyek hydropower yang memiliki kawasan industri terintegrasi ini akan menjadi yang terbesar di dunia. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) atau hydropower di Kalimantan Utara (Kaltara) diharapkan bakal groundbreaking tahun ini. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan mengatakan, proyek hydropower yang memiliki kawasan industri terintegrasi ini akan menjadi yang terbesar di dunia.

"Jadi kita berharap groundbreaking bisa dilakukan tahun ini dan di situ ada 11 ribu megawatt yang akan bisa kita gunakan," ujar Luhut dalam webinar virtual ISEI-Kadin, Jumat (7/5/2021).

Baca Juga: Ajib! Pemerintah Bisa Serap Investasi USD5 M di Proyek Hydropower

Peletakan batu pertama proyek PLTA atau hydropower di Kalimantan Utara (Kaltara) dikejar agar bisadilakukan pada tahun ini. Dia juga menjelaskan bahwa, proyek PLTA ini nantinya akan menggunakan skema industri terintegrasi.

Kemudian lanjut dia Presiden Joko Widodo (Jokowi) sebelumnya juga telah mengatakan proyek bernama Indonesia Green Industrial Park seluas 12.500 hektare di Kalimantan Utara ini akan menjadi proyek percontohan net zero emission

"Pak Presiden sudah umumkan kita akan memiliki integrated industry dengan berbasiskan hydropower di Kaltara dan ini satu integrated industry yang terbesar di dunia," ungkap dia.

Baca Juga: Pujian Luhut Buat Erick Thohir: Lini Bisnis BUMN Makin Tajam

Sebelumnya Pemerintah terus mengupayakan terwujudnya pembangunan berkelanjutan yang ramah lingkungan serta mewujudkan emisi nol bersih.

Luhut mengungkapkan bahwa kesungguhan pemerintah dalam mewujudkan impian tersebut. "Kami ingin membahas tentang karbon dan energi bersih. Sampai saat ini, gugus tugas lintas kementerian kami sedang menyiapkan peta jalan NDC (Nationally Determined Contributions atau kontribusi yang ditentukan secara nasional ) untuk Presiden," ujar dia.
(akr)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1617 seconds (10.101#12.26)