Irak Siap Caplok 32,7% Saham ExxonMobil di West Qurna 1, Pertamina Gak Tertarik?

loading...
Irak Siap Caplok 32,7% Saham ExxonMobil di West Qurna 1, Pertamina Gak Tertarik?
Ilustrasi. FOTO/REUTERS
BAGHDAD - Irak secara resmi telah mengajukan permintaan membeli saham ExxonMobil di salah satu ladang minyak terbesar Irak, West Qurna 1. Perusahaan BUMN di sektor migas, yakni Basra telah mengirimkan surat resmi kepada ExxonMobil. "Kami telah mengirim surat resmi ke ExxonMobil meminta untuk membeli sahamnya," kata Direktur Perusahaan Minyak Milik Negara, Basra, Khalid Hamza seperti dilansir SINDOnews dari Reuters, Rabu (12/5/2021).

Baca Juga: Viral, Video Sistem Iron Dome Israel Kewalahan Hadapi Roket dari Gaza

Menurut dia kementerian keuangan Irak telah menyiapkan anggaran untuk membeli saham di ladang minyak West Qurna 1. Hal itu sebagai tindak lanjut
ExxonMobil pada bulan lalu akan menjual saham 32,7 persen di West Qurna 1 dengan nilai USD350 juta.

Lepas saham tersebut tujuannya untuk meningkatkan produksi minyak dan memastikan bahwa proyek dapat berjalan dengan baik. Adapun pemegang saham asing lainnya di West Qurna 1 adalah Petrochina dengan kepemilikan 32,7 persen saham, Itochu Corp Jepang sebesar 19,6 persen dan Pertamina Indonesia dengan 10 persen. Perusahaan Eksplorasi Minyak milik pemerintah Irak memegang sisa 5 persen.



Bagi Irak yang merupakan produsen minyak terbesar kedua OPEC, pendapatan minyak mewakili setidaknya 95 persen dari pendapatan negara. Sebelumnya, Irak telah terpukul oleh jatuhnya permintaan dan harga minyak tahun lalu yang disebabkan oleh pandemi Covid-19. Namun kini pasar telah mulai pulih.

Baca Juga: Roket Gaza Sudah Membunuh 5 Warga Israel, Zionis Kerahkan 5.000 Tentara Cadangan

Sebagai tanggapan, Organisasi Negara Pengekspor Minyak (OPEC) dan produsen sekutu telah sepakat untuk sedikit meningkatkan produksi mulai 1 Mei. Hamza mengatakan Irak telah menyetujui anggaran investasi 2021 yang diberikan oleh perusahaan minyak internasional untuk pengembangan ladang minyak Basra selatan yang dikelola oleh BOC. Nilainya diperkirakan sekitar 7 miliar dolar AS.

"Untuk menghasilkan lebih banyak pendapatan, Irak berencana meningkatkan produksi ringan 100 ribu barel per hari (bpd) hingga mencapai 1,1 juta barel per hari," katanya. Dia menambahkan bahwa ekspor minyak untuk Mei sejauh ini rata-rata 2,85 juta bph, turun dari 2,9 juta bph di bulan April.
(nng)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top