Libur Lebaran, Sandiaga Minta Industri Parekraf Perketat Prokes

loading...
Libur Lebaran, Sandiaga Minta Industri Parekraf Perketat Prokes
Foto/Dok Kemenparekraf
JAKARTA - Menyambut libur lebaran 2021 , Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno meminta para pelaku industri pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) memperketat penerapan protokol kesehatan (prokes).

Prokes dimaksud adalah CHSE (Cleanliness, Health, Safety, and Environmental Sustainability) dan 3M (memakai masker, mencuci tangan, dan menjaga jarak). Hal ini penting dilakukan untuk menekan laju penularan Covid-19.

“Para pengelola destinasi wisata, mal, restoran, dan kafe diharapkan untuk dapat memperketat protokol kesehatan CHSE dan 3M. Kita harus tingkatkan di lokasi yang masuk ke dalam bingkai PPKM skala mikro di daerah masing-masing,” ujarnya di Jakarta, Rabu (12/5/2021).

Baca juga: Menparekraf Sandi Minta Masyarakat Viralkan Para Pelanggar Prokes



Sebelumnya, Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) telah meluncurkan hand book atau buku panduan mengenai protokol kesehatan berbasis CHSE untuk berbagai bidang industri parekraf, yang dapat diunduh melalui situs http://chse.kemenparekraf.go.id/. Selain itu, ada sertifikasi CHSE bagi pelaku industri untuk memberikan jaminan kesehatan dan keselamatan bagi wisatawan.

Untuk memantau penerapan prokes CHSE dan 3M tersebut, kata Sandi, Kemenparekraf akan bersinergi dengan seluruh kementerian/lembaga terkait, Satgas Covid-19, dan pemerintah daerah.

“Kami bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk memastikan kepatuhan pada penerapan protokol kesehatan. Di samping itu, kami juga membutuhkan peran serta dari masyarakat, jika melihat ada venue atau destinasi yang tidak patuh dan abai mohon dilaporkan segera. Kami akan secara tegas berkoordinasi untuk menindak secara cepat agar tidak memicu penularan Covid-19,” tandasnya.

Baca juga: Pandemi, Penjualan Kue Kering Lebaran Tak Semanis Dulu

Seperti diketahui, pemerintah melarang masyarakat untuk melakukan mudik pada 6-17 Mei 2021. Kebijakan tersebut dilandasi dengan peningkatan kasus positif Covid-19 saat libur panjang pada tahun 2020, seperti Idul Fitri 2020 naik 93 persen, Tahun Baru Hijriah 2020 naik 119 persen, Tahun Baru 2021 naik 78 persen, dan pada 10 Mei 2021 pun terdapat 4.123 kasus positif Covid-19 dari 6.742 pemudik.

“Data menunjukkan bahwa kebijakan peniadaan mudik sudah tepat dan kita harus sosialisasi secara total agar masyarakat dapat mematuhi dan memahami untuk tidak mudik,” tegasnya.



Senada, Koordinator Tim Pakar dan Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito juga mengimbau seluruh masyarakat agar tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan dengan melakukan 3M ketika melakukan kegiatan di luar rumah.

Selain itu, Wiku mengapresiasi komitmen bersama dari para pelaku industri parekraf seperti pusat perbelanjaan (mal), hotel, restoran, hingga destinasi wisata untuk menerapkan prokes dan disiplin 3M di tempat masing-masing.

“Karena komitmen yang kuat dari semua pihak itu penting sekali agar Covid-19 terkendali dan ekonomi pun bisa pulih. Kita berharap bahwa lebaran tahun depan kita bisa melakukan silaturahmi seperti dua tahun yang lalu. Ini adalah suatu hal yang harusnya bisa kita capai bersama,” tuturnya.
(ind)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top