Malaysia-Singapura Lockdown Imbas Kasus Covid-19 Bikin Investor Cemas, Saham Ini Disarankan
Kamis, 20 Mei 2021 - 10:59 WIB
loading...
Lonjakan kasus Covid-19 pada sejumlah negara di Asia telah membuat investor cemas, hingga saat ini menjadi sentimen terbesar dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Lonjakan kasus Covid-19 pada sejumlah negara di Asia telah membuat investor cemas, hingga saat ini menjadi sentimen terbesar dari pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) . Berikut saham-saham yang bisa menjadi pilihan bagi investor di tengah ketidakpastian.
"Saat ini di regional Asia mulai menunjukkan adanya kenaikan status terutama di negara tetangga kita, yaitu Malaysia dan Thailand. Mereka bahkan sudah memberlakukan pembatasan sosial kembali. Ini kembali membawa kekhawatiran investor akan gangguan dari Covid-19 sendiri untuk pemulihan ekonomi Indonesia," ujar Equity Analyst PT Phillip Sekuritas Indonesia, Dustin Dana Pramitha pada Market Opening IDX Channel, Kamis (20/5/2021).
Baca Juga: Awas! Dampak Emiten Gagal Bayar Surat Utang Bikin IHSG Loyo
Sementara dari luar negeri, investor juga mencerna rilis notulen rapat kebijakan the Fed (FOMC) pada bulan April lalu. Dalam notulen tersebut, sejumlah pejabat the Fed berpandangan bahwa jika pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) terus memperoleh momentum, akan tiba saat yang tepat untuk mendiskusikan pengetatan kebijakan moneter.
Untuk pertama kali the Fed memberi petunjuk bahwa sudah dekat waktunya untuk mempertimbangkan mengurangi (tapering) program Quantitative Easing atau pembelian obligasi.
"Saat ini di regional Asia mulai menunjukkan adanya kenaikan status terutama di negara tetangga kita, yaitu Malaysia dan Thailand. Mereka bahkan sudah memberlakukan pembatasan sosial kembali. Ini kembali membawa kekhawatiran investor akan gangguan dari Covid-19 sendiri untuk pemulihan ekonomi Indonesia," ujar Equity Analyst PT Phillip Sekuritas Indonesia, Dustin Dana Pramitha pada Market Opening IDX Channel, Kamis (20/5/2021).
Baca Juga: Awas! Dampak Emiten Gagal Bayar Surat Utang Bikin IHSG Loyo
Sementara dari luar negeri, investor juga mencerna rilis notulen rapat kebijakan the Fed (FOMC) pada bulan April lalu. Dalam notulen tersebut, sejumlah pejabat the Fed berpandangan bahwa jika pemulihan ekonomi Amerika Serikat (AS) terus memperoleh momentum, akan tiba saat yang tepat untuk mendiskusikan pengetatan kebijakan moneter.
Untuk pertama kali the Fed memberi petunjuk bahwa sudah dekat waktunya untuk mempertimbangkan mengurangi (tapering) program Quantitative Easing atau pembelian obligasi.
Lihat Juga :