Jelang Gencatan Senjata, China Pasok Bantuan ke Palestina

Jum'at, 21 Mei 2021 - 23:41 WIB
loading...
Jelang Gencatan Senjata,...
Warga Palestina mencuci pakaian di sekolah yang dikelola Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan dijadikan tempat penampungan warga yang berlindung dari serangan militer Israel di Kota Gaza, Selasa (18/05/2021). FOTO/REUTERS
A A A
JAKARTA - Pemerintah China memberikan bantuan darurat sebesar USD1 juta ke Palestina sebagai bantuan kemanusiaan usai digempur Israel . Uluran tangan pemerintah China membantu warga Palestina itu menyusul akan diberlakukannya gencatan senjata, antara pasukan Hamas dengan Israel. Hal itu diungkapkan langsung oleh Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Zhao Lijian.

Baca Juga: Pekik Takbir Sambut Gencatan Senjata, Cholil Nafis Doakan Palestina Segera Merdeka

Tak hanya itu, China juga memberikan bantuan berupa 200.000 dosis vaksin COVID-19 lainnya juga akan disumbangkan ke Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina. Pemberian bantuan tersebut sebeumnya telah diuangkapkan oleh juru bicara Badan Kerjasama Pembangunan Internasional China (CIDCA) Tian Lin. Ia mengatakan bahwa bantuan tersebut untuk merawat korban luka hingga pemberian obat-obatan.

Dilansir dari CGTN, Jumat (21/5), gencatan senjata disepakati Hamas dan Israel dengan Mesir sebagai mediator diberlakukan mulai Jumat 21 Mei 2021, dini hari waktu setempat untuk mengakhiri pertempuran darah warga sipil selama 11 hari. Sebagaimana diketahui, Israel telah melancarkan serangan besar-besaran di daerah kantong Palestina dengan serangan udara, penembakan artileri, dan serangan pesawat tak berawak sejak 10 Mei.

Baca Juga: Cair Bulan Depan, Ini Rincian Besaran Gaji ke-13 PNS Tanpa Tukin

Serangan datang untuk melawan roket yang ditembakkan oleh militan Palestina di Gaza sebagai pembalasan atas Israel memblokade mencegah warga Palestina ibadah di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem. Eskalasi tersebut telah menyebabkan pertempuran terberat antara Israel dan militan Gaza sejak 2014, menewaskan 232 warga Palestina, termasuk 65 anak-anak dan 39 wanita, serta 12 warga Israel.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Bank Sentral China Borong...
Bank Sentral China Borong Emas 19 Bulan Berturut-turut, Ada Apa?
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
10 Negara Produsen Pertanian...
10 Negara Produsen Pertanian Terbesar di Dunia, Indonesia Urutan Berapa?
Kebijakan Tambang RI...
Kebijakan Tambang RI Berubah-ubah, Investor China Mulai Alihkan Investasi Nikel ke Afrika
Gegara Ledakan AI, Industri...
Gegara Ledakan AI, Industri Cip Rp27.000 Triliun Jadi Medan Perang AS-China
Aktivitas Pabrik di...
Aktivitas Pabrik di China Memburuk, Sinyal Peringatan bagi Ekonomi Dunia
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
AS Bombardir Iran 2...
AS Bombardir Iran 2 Hari Berturut-turut saat Harga Minyak Melonjak
Rekomendasi
IPB University dan Pesantren...
IPB University dan Pesantren Darunnajah 14 Gelar Pelatihan Produk Unggulan Pesantren
Data Jagokan Meksiko...
Data Jagokan Meksiko Menang Atas Afsel dengan 66,3 Persen
KPK Periksa Bupati Muara...
KPK Periksa Bupati Muara Enim Edison setelah OTT ASN BPK
Berita Terkini
Saksikan Sore Ini, IG...
Saksikan Sore Ini, IG Live MNC Sekuritas Bersama Danapathi AM: Di Tengah Ketidakpastian, Uang Harus Ke Mana?
Harga Emas Ambles Rp24...
Harga Emas Ambles Rp24 Ribu Jadi Rp2.689.000 per Gram, Buyback Terjun Bebas Rp92.000
IHSG Dibuka Terpeselet...
IHSG Dibuka Terpeselet ke Zona Merah, Sentuh 5.899 Ditopang Transaksi Rp1,6 Triliun
Harga BBM Nonsubsidi...
Harga BBM Nonsubsidi Mendadak Naik di Tengah Malam, DPR Bakal Panggil ESDM dan Pertamina
Harga Pertamax Tembus...
Harga Pertamax Tembus Rp16.250 per Liter, Awas! Ledakan Migrasi ke BBM Subsidi
Skenario Terburuk Pasar...
Skenario Terburuk Pasar Energi 2026: Exxon Peringatkan Harga Minyak Dunia Bakal Tembus USD160/Barel
Infografis
Amerika Serikat dan...
Amerika Serikat dan Houthi Sepakat Melakukan Gencatan Senjata
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved