Aplikasi Jual Beli Aset Kripto, Pintu Raih Pendanaan Seri A
Kamis, 27 Mei 2021 - 19:21 WIB
loading...
PT Pintu Kemana Saja (Pintu) memperoleh pendanaan dari sejumlah perusahaan modal ventura. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Platform jual beli dan investasi aset kripto (cryptocurrency) PT Pintu Kemana Saja (Pintu) berhasil memperoleh putaran pendanaan dari beberapa perusahaan modal ventura.
Pendanaan tersebut dilakukan oleh Pantera Capital, perusahaan modal ventura dan hedge fund terkemuka asal Amerika Serikat (AS) yang berfokus kepada pengembangan proyek blockchain dan cryptocurrency, Coinbase Ventures platform aset kripto global terbesar, Intudo Ventures, sebuah perusahaan modal ventura satu-satunya di Indonesia dan juga partisipasi dari Blockchain. com Ventures, Castle Island Ventures, Alameda Ventures, dan lainnya.
Baca Juga : Hati-hati Main Kripto, Belajar Dulu Kalau Pengen Cuan
CEO dan founder Pintu, Jeth Soetoyo menyatakan bahwa Pintu didirikan untuk menyelesaikan permasalahan kesulitan berinvestasi aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum, terutama bagi pemula dan orang awam.
“Pintu diklaim sebagai aplikasi mobile pertama di Indonesia yang menawarkan kemudahan berinvestasi cryptocurrency melalui tampilan UI/UX yang ramah pengguna, fitur keamanan, dan platform edukasi crypto bagi masyarakat yang baru pertama kali berinvestasi aset cryptocurrency,” kata Jeth di Jakarta, Kamis (27/5/2021).
Pasca Covid-19, adopsi aset kripto telah berkembang pesat seiring dengan peningkatan aktivitas perdagangan pengguna ritel dampak hasil kerja dari rumah (work-from-home). Baru-baru ini, perusahaan besar seperti Tesla, Microstrategy, MassMutual, dan Twitter telah mengadopsi strategi perbendaharaan Bitcoin dengan menambahkannya ke neraca mereka.
Komitmen Bitcoin yang ditunjukkan terhadap kelangkaan algoritme sukses menarik minat investor institusional, memperkuat statusnya sebagai "emas digital" generasi baru. Tahun lalu sendiri, terdapat transaksi aset kripto lebih daru USD10 miliar di Indonesia, sebagian besar didorong oleh investasi besar-besaran dari pengguna ritel.
Pendanaan tersebut dilakukan oleh Pantera Capital, perusahaan modal ventura dan hedge fund terkemuka asal Amerika Serikat (AS) yang berfokus kepada pengembangan proyek blockchain dan cryptocurrency, Coinbase Ventures platform aset kripto global terbesar, Intudo Ventures, sebuah perusahaan modal ventura satu-satunya di Indonesia dan juga partisipasi dari Blockchain. com Ventures, Castle Island Ventures, Alameda Ventures, dan lainnya.
Baca Juga : Hati-hati Main Kripto, Belajar Dulu Kalau Pengen Cuan
CEO dan founder Pintu, Jeth Soetoyo menyatakan bahwa Pintu didirikan untuk menyelesaikan permasalahan kesulitan berinvestasi aset kripto seperti Bitcoin dan Ethereum, terutama bagi pemula dan orang awam.
“Pintu diklaim sebagai aplikasi mobile pertama di Indonesia yang menawarkan kemudahan berinvestasi cryptocurrency melalui tampilan UI/UX yang ramah pengguna, fitur keamanan, dan platform edukasi crypto bagi masyarakat yang baru pertama kali berinvestasi aset cryptocurrency,” kata Jeth di Jakarta, Kamis (27/5/2021).
Pasca Covid-19, adopsi aset kripto telah berkembang pesat seiring dengan peningkatan aktivitas perdagangan pengguna ritel dampak hasil kerja dari rumah (work-from-home). Baru-baru ini, perusahaan besar seperti Tesla, Microstrategy, MassMutual, dan Twitter telah mengadopsi strategi perbendaharaan Bitcoin dengan menambahkannya ke neraca mereka.
Komitmen Bitcoin yang ditunjukkan terhadap kelangkaan algoritme sukses menarik minat investor institusional, memperkuat statusnya sebagai "emas digital" generasi baru. Tahun lalu sendiri, terdapat transaksi aset kripto lebih daru USD10 miliar di Indonesia, sebagian besar didorong oleh investasi besar-besaran dari pengguna ritel.
Lihat Juga :