Penetrasi Digitalisasi Perbankan Terdongkrak oleh Pandemi
Sabtu, 29 Mei 2021 - 11:55 WIB
loading...
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Nilai transaksi ekonomi digital Indonesia diperkirakan sudah menembus angka USD44 miliar atau sekitar Rp624 triliun (kurs Rp14.200). Angka itu membuat ekonomi digital Indonesia salah satu yang terbesar di kawasan ASEAN .
Ke depannya, angka tersebut bakal terus berkembang hingga mencapai USD124 miliar pada tahun 2025 mendatang. Gelombang digitalisasi ini sejalan dengan melonjaknya penggunaan mobile banking apps di Indonesia, dari sebesar 33% pada Januari 2020 menjadi 39,2% pada Januari 2021 lalu.
Baca juga:Heboh Kriminalisasi Karyawan Indomaret, Kemnaker Panggil Manajemen dan Pekerja
Pandangan itu dilontarkan oleh Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto, dalam keynote speech yang disampaikannya sebagai pembuka diskusi virtual Strategi Digital Bank Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
“Data-data ini merupakan kabar bagus, karena secara pasar juga masih tersedia ruang yang sangat luas untuk tumbuh. Masyarakat kita yang banked hingga saat ini masih sebatas 42 juta, sedangkan yang underbanked sebanyak 47 juta dan yang unbanked mencapai 92 juta,” ujar Anung dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (29/5/2021).
Ke depannya, angka tersebut bakal terus berkembang hingga mencapai USD124 miliar pada tahun 2025 mendatang. Gelombang digitalisasi ini sejalan dengan melonjaknya penggunaan mobile banking apps di Indonesia, dari sebesar 33% pada Januari 2020 menjadi 39,2% pada Januari 2021 lalu.
Baca juga:Heboh Kriminalisasi Karyawan Indomaret, Kemnaker Panggil Manajemen dan Pekerja
Pandangan itu dilontarkan oleh Direktur Eksekutif Penelitian dan Pengaturan Perbankan OJK Anung Herlianto, dalam keynote speech yang disampaikannya sebagai pembuka diskusi virtual Strategi Digital Bank Untuk Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN).
“Data-data ini merupakan kabar bagus, karena secara pasar juga masih tersedia ruang yang sangat luas untuk tumbuh. Masyarakat kita yang banked hingga saat ini masih sebatas 42 juta, sedangkan yang underbanked sebanyak 47 juta dan yang unbanked mencapai 92 juta,” ujar Anung dalam keterangan tertulisnya, dikutip Sabtu (29/5/2021).
Lihat Juga :