Membangun Sistem Komunikasi Pertanian Ideal Ditopang READSI

Jum'at, 04 Juni 2021 - 18:46 WIB
loading...
Membangun Sistem Komunikasi...
Sistem komunikasi pertanian ideal dibangun dan dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan). Lokomotif pendorongnya tetap Program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI). Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Sistem komunikasi pertanian ideal dibangun dan dikembangkan Kementerian Pertanian (Kementan). Lokomotif pendorongnya tetap Program Rural Empowerment Agricultural and Development Scaling Up Initiative (READSI).

Sangat strategis, READSI pun memoles sumber daya manusia (SDM) pertanian melalui Diseminasi Informasi Pertanian, Kamis (3/5). Apalagi, Kementan sedang bekerja keras mewujudkan ketahanan pangan nasional.

"Ada banyak elemen dan indikator untuk mewujudkan target ketahanan pangan nasional. Sesuai arahan Pak Presiden Joko Widodo, ketahanan pangan harus dikawal dan berorientasi ekspor. Untuk itu, penguatan perlu dilakukan di semua lini termasuk informasinya. Justru informasi memegang peranan vital terkait penyampaian program," ungkap Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo (SYL).

Baca Juga: Kementan Antarkan Ribuan THL Penyuluh Pertanian Jadi ASN

Sebagai informasi, READSI sudah mengakar di 6 provinsi dan 18 kota/kabupaten. Komposisi provinsinya adalah Kalimantan Barat, Nusa Tenggara Timur, Gorontalo, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tengah, dan Sulawesi Tenggara.

Tujuan utamanya adalah menaikan kesejahteraan petani, perbaikan gizi keluarga, dan memberikan akses luas untuk simpan pinjam melalui kelompok tani per komoditas.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Amran Klaim Teknologi...
Amran Klaim Teknologi Pertanian Papua Setara dengan Jepang dan AS
Syngenta Indonesia Kenalkan...
Syngenta Indonesia Kenalkan Inovasi Pertanian di PENAS KTNA XVII
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Dataran Tinggi Tak Lagi...
Dataran Tinggi Tak Lagi Area Pinggiran, UPLAND Jadikannya Pilar Kedaulatan Pangan
Gandeng Mitra Global,...
Gandeng Mitra Global, PT WCS Dorong Ekosistem Pertanian Berbasis Digital
Bidik Pasar Indonesia...
Bidik Pasar Indonesia Timur, Jafran Indonesia Kenalkan JR 737 di PENAS XVII
Dirjenbun Kementan Pastikan...
Dirjenbun Kementan Pastikan Perlindungan dan Pemberdayaan Petani
Mahasiswa ITS Kembangkan...
Mahasiswa ITS Kembangkan Nanopestisida yang Tahan Hujan dan Paparan Sinar UV
Rembug Tani Jabar di...
Rembug Tani Jabar di Tasikmalaya, Apkarindo Perkuat Sinergi Demi Masa Depan Karet Rakyat
Rekomendasi
Bakal Hadiri Prosesi...
Bakal Hadiri Prosesi Pemakaman Ayatulloh Khamenei, Ketua MPR: Saya Diutus Presiden
PM India Narendra Modi...
PM India Narendra Modi Disambut Jet F-16 dan Su-30 Indonesia, Diajak ke Candi Prambanan
3 Polisi Gugur saat...
3 Polisi Gugur saat Operasi Berantas Narkoba di Katingan, DPR: Usut Tuntas
Berita Terkini
SYAFIF 2026 di Banjarmasin,...
SYAFIF 2026 di Banjarmasin, Prudential Syariah Gencarkan Literasi Keuangan
Pasar Mulai Cemas, Mata...
Pasar Mulai Cemas, Mata Uang Rupee India Kehabisan Napas justru Saat Dolar AS Lemah
Cadangan Devisa Indonesia...
Cadangan Devisa Indonesia per Juni 2026 Naik jadi USD145,6 Miliar
Istana Sebut Tarif Listrik...
Istana Sebut Tarif Listrik Harusnya Naik, tapi Daya Beli Jadi Prioritas
Harga Emas Lebih Murah,...
Harga Emas Lebih Murah, Hari Ini Turun Rp15 Ribu jadi Rp2.655.000 per Gram
IHSG Kokoh di Zona Hijau,...
IHSG Kokoh di Zona Hijau, Hari Ini Dibuka Menguat ke 5.933
Infografis
Sistem Perang Elektronik...
Sistem Perang Elektronik Rusia Bikin Senjata NATO Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved