PGRI Jawa Barat Dukung Informasi Soal Sawit Masuk Kurikulum

loading...
PGRI Jawa Barat Dukung Informasi Soal Sawit Masuk Kurikulum
Foto/Ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Kelapa sawit sebagai sumber daya alam nasional merupakan modal potensial yang harus terus dikembangkan antar-lintas generasi. Informasi positif tentang industri sawit harus terus disebarkan dan disampaikan dengan tujuan menciptakan linearitas pemahaman semua kalangan masyarakat.

Baca juga:Harga BBM di Indonesia Harus Naik, Pengamat: Klo Engga Pertamina Rugi

Tak dapat dipungkiri, maraknya atribut negatif melalui isu-isu yang tidak berdasarkan fakta objektif menjadi salah satu tantangan yang dihadapi industri perkebunan kelapa sawit nasional saat ini. Tidak hanya berdampak pada munculnya persepsi negatif masyarakat awam, tetapi secara terstruktur sudah menyasar stigma yang lebih spesifik, yakni generasi milenial dan peserta didik.

Menyikapi kondisi ini, insan pendidikan Provinsi Jawa Barat secara penuh mengapresiasi dan mendukung upaya penyebaran informasi kelapa sawit di dunia pendidikan agar citra positif kelapa sawit tidak lagi pudar. Ketua PGRI Provinsi Jawa Barat, Dede Amar mengatakan bahwa PGRI Provinsi Jawa Barat akan selalu men-support, mendorong, dan mengapresiasi program-program terbaik untuk negeri ini.



"Termasuk informasi kelapa sawit agar potensi ini dapat kita ketahui," ujar Dede dalam keterangan tertulisnya, Senin (7/6/2021).

Untuk mencapai hal tersebut, lanjut dia, PGRI Provinsi Jawa Barat sangat mendukung apabila nantinya informasi tentang kelapa sawit dapat menjadi bagian dari kurikulum pembelajaran dalam dunia pendidikan.

“Tidak mustahil jika nantinya akan hadir jurusan-jurusan yang fokus pada kelapa sawit di tingkat SMK di Jawa Barat. Kelapa sawit ini dapat dimanfaatkan untuk semua hal kebutuhan, maka dari itu kita bergerak bersama-sama untuk menyosialisasikan,” tambah Dede.

Selain dukungan dalam bentuk kurikulum pembelajaran, Dede mengungkapkan, informasi tentang kelapa sawit dalam bentuk infografis sederhana juga wajib disebarkan di lingkungan sekolah agar lebih memahami tentang kelapa sawit.

Baca juga:Hanafi Rais Mulai Turun Gunung Hadiri Acara Partai Ummat

“Informasi tentang sawit juga harus disampaikan secara lisan oleh guru dan para siswa kepada teman-teman di lingkungannya,” ungkap Dede.



Dia berharap, diperlukan kerja sama antarkementerian terkait, terutama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) agar bersama-sama mendukung penyebaran informasi tentang kelapa sawit.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top