Pembangkit Beralih ke EBT, Sri Mulyani: Tak Mudah Bagi PLN Perusahaan Monopoli Kelistrikan
Jum'at, 11 Juni 2021 - 17:02 WIB
loading...
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, peningkatan konsumsi energi tanpa menaikkan CO2 atau emisi karbon hanya bisa dilakukan apabila pembangkit listrik beralis ke energi terbarukan. Foto/Dok
A
A
A
JAKARTA - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani mengatakan, peningkatan konsumsi energi tanpa menaikkan CO2 atau emisi karbon hanya bisa dilakukan apabila pembangkit listrik beralis ke energi terbarukan. Hal ini menjadi tantangan bagi PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) .
"Transisi ini tidak mudah bagi PLN. Terutama sebagai perusahaan monopoli di bidang kelistrikan di Indonesia," ujar Menkeu Sri Muyani dalam video virtual, Jakarta, Jumat (11/6/2021).
Baca Juga: PLN Siap Konversi PLTD 2.000 MW ke Pembangkit EBT hingga 2025
Menurut mantan Direktur Bank Dunia itu, Indonesia memiliki komitmen mencapai porsi energi terbarukan sebesar 23% pada 2025. Kebutuhan tersebut bisa menyulitkan PLN dari sisi biaya pembangkit listrik energi terbarukan.
"Itu merupakan suatu komitmen yang memiliki konsekuensi keuangan luar biasa bagi PLN. Apalagi kalau kita lihat hari ini dalam kondisi Covid-19, di mana permintaan terhadap listrik menurun," imbuhnya.
"Transisi ini tidak mudah bagi PLN. Terutama sebagai perusahaan monopoli di bidang kelistrikan di Indonesia," ujar Menkeu Sri Muyani dalam video virtual, Jakarta, Jumat (11/6/2021).
Baca Juga: PLN Siap Konversi PLTD 2.000 MW ke Pembangkit EBT hingga 2025
Menurut mantan Direktur Bank Dunia itu, Indonesia memiliki komitmen mencapai porsi energi terbarukan sebesar 23% pada 2025. Kebutuhan tersebut bisa menyulitkan PLN dari sisi biaya pembangkit listrik energi terbarukan.
"Itu merupakan suatu komitmen yang memiliki konsekuensi keuangan luar biasa bagi PLN. Apalagi kalau kita lihat hari ini dalam kondisi Covid-19, di mana permintaan terhadap listrik menurun," imbuhnya.
Lihat Juga :