Masalah Lingkungan di TPA Rawa Kucing Disorot
Kamis, 17 Juni 2021 - 13:14 WIB
loading...
Ilustrasi. FOTO/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - TPA Rawa Kucing terus memunculkan masalah lingkungan yang pelik. Kritik keras yang disuarakan oleh komunitas lokal mengundang solidaritas aktivis Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) DKI Jakarta, Dede Ahdi. WALHI menilai Pemerintah Daerah masih lamban dalam mengelola sampah di wilayahnya. Walhi DKI Jakarta melihat pengelolaan sampah di TPA Rawa Kucing berjalan lamban karena terkesan ada masalah di internal pemerintah daerahnya.
"Untuk kasus TPA yang tidak terurus berarti ada masalah di internal pemdanya. Padahal, kebijakan atau aturan sudah bagus dibuat, tinggal merealisasikan" kata aktivis Walhi DKI Jakarta Dede Ahdi, Kamis (17/6/2021).
Baca Juga: Dituduh Rugikan Nasabah, Bos Bumiputera Sekuritas Dilaporkan ke Polisi
Sebagaimana dilaporkan, TPA Rawa Kucing adalah tempat penampungan sampah utama Kota Tangerang, kini telah melebihi kapasitas daya tampungnya. Akibatnya, rembesan sampah TPA Rawa Kucing terus menerus mencemari lingkungan dan berdampak buruk bagi masyarakat serta petani yang bermukim di sekitarnya. Penurunan derajat kesehatan masyarakat, dan resiko kerusakan lingkungan jangka panjang kini sudah menjadi bom waktu bagi warga Kota Tangerang.
Dampak lingkungan kegiatan TPA ini terus memburuk meskipun revitalisasi TPA Rawa Kucing telah diselesaikan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dengan anggaran Rp 82,7milyar di tahun 2019. Disisi lain, program pemusnahan sampah melalui waste-to-energy dalam Program Strategis Nasional yang direncanakan belum juga dilaksanakan meskipun sudah ada pemenangnya.
"Untuk kasus TPA yang tidak terurus berarti ada masalah di internal pemdanya. Padahal, kebijakan atau aturan sudah bagus dibuat, tinggal merealisasikan" kata aktivis Walhi DKI Jakarta Dede Ahdi, Kamis (17/6/2021).
Baca Juga: Dituduh Rugikan Nasabah, Bos Bumiputera Sekuritas Dilaporkan ke Polisi
Sebagaimana dilaporkan, TPA Rawa Kucing adalah tempat penampungan sampah utama Kota Tangerang, kini telah melebihi kapasitas daya tampungnya. Akibatnya, rembesan sampah TPA Rawa Kucing terus menerus mencemari lingkungan dan berdampak buruk bagi masyarakat serta petani yang bermukim di sekitarnya. Penurunan derajat kesehatan masyarakat, dan resiko kerusakan lingkungan jangka panjang kini sudah menjadi bom waktu bagi warga Kota Tangerang.
Dampak lingkungan kegiatan TPA ini terus memburuk meskipun revitalisasi TPA Rawa Kucing telah diselesaikan oleh Kementrian Pekerjaan Umum dengan anggaran Rp 82,7milyar di tahun 2019. Disisi lain, program pemusnahan sampah melalui waste-to-energy dalam Program Strategis Nasional yang direncanakan belum juga dilaksanakan meskipun sudah ada pemenangnya.
Lihat Juga :