Jangan Panik! Inflasi Amrik Memang Naik, tapi Pasar Surat Utang Kita Tetap Menarik
Sabtu, 19 Juni 2021 - 10:45 WIB
loading...
Ilustrasi/wsj.com
A
A
A
JAKARTA - Pasca- melonjaknya angka positif Covid-19 di beberapa daerah di Indonesia dalam beberapa hari terakhir, akan memengaruhi perekonomian nasional . Perpanjangan masa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) mikro selama 15-28 Juni 2021 diperkirakan angka menekan laju pertumbuhan positif yang mulai berjalan selama kuartal II-2021.
Proyeksi itu menjadi sentimen negatif untuk pasar modal yang tecermin dari indeks harga saham gabungan (IHSG) yang turun 1,01% ke level 6.007 (18/6). Kondisi yang tidak mudah ini dikhawatirkan akan memengaruhi pilihan investor, khususnya asing untuk menempatkan dana di pasar keuangan Indonesia, baik melalui instrumen saham maupun surat berharga negara (SBN) .
Meskipun demikian, berdasarkan analisa PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW), dalam jangka pendek kondisi pasar keuangan Indonesia, khususnya perdagangan SBN masih akan atraktif, terutama bagi investor asing.
"Terlepas dari adanya sentimen negatif di pasar akibat merebaknya kasus Covid-19 di Indonesia, kami melihat stabilitas pasar SBN dapat tetap terjaga di tahun ini. Kami melihat ada sejumlah faktor yang akan mempengaruhi ekspektasi investor dalam berinvestasi di SBN, yaitu stabilitas ekonomi Indonesia, yield SBN kita yang masih tinggi dan likuiditas di pasar global yang masih berlebih. Stabilitas ekonomi dan yield SBN yang tinggi kami perkirakan masih akan mampu menarik investor asing ke Indonesia,” kata Direktur Investasi dan Kepala Makroekonomi Bahana TCW Budi Hikmat, dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Sabtu (19/6/2021).
Baca juga: Gelombang Panas 'Apokaliptik' Menghanguskan Barat Daya AS
Proyeksi itu menjadi sentimen negatif untuk pasar modal yang tecermin dari indeks harga saham gabungan (IHSG) yang turun 1,01% ke level 6.007 (18/6). Kondisi yang tidak mudah ini dikhawatirkan akan memengaruhi pilihan investor, khususnya asing untuk menempatkan dana di pasar keuangan Indonesia, baik melalui instrumen saham maupun surat berharga negara (SBN) .
Meskipun demikian, berdasarkan analisa PT Bahana TCW Investment Management (Bahana TCW), dalam jangka pendek kondisi pasar keuangan Indonesia, khususnya perdagangan SBN masih akan atraktif, terutama bagi investor asing.
"Terlepas dari adanya sentimen negatif di pasar akibat merebaknya kasus Covid-19 di Indonesia, kami melihat stabilitas pasar SBN dapat tetap terjaga di tahun ini. Kami melihat ada sejumlah faktor yang akan mempengaruhi ekspektasi investor dalam berinvestasi di SBN, yaitu stabilitas ekonomi Indonesia, yield SBN kita yang masih tinggi dan likuiditas di pasar global yang masih berlebih. Stabilitas ekonomi dan yield SBN yang tinggi kami perkirakan masih akan mampu menarik investor asing ke Indonesia,” kata Direktur Investasi dan Kepala Makroekonomi Bahana TCW Budi Hikmat, dalam keterangan tertulisnya yang diterima, Sabtu (19/6/2021).
Baca juga: Gelombang Panas 'Apokaliptik' Menghanguskan Barat Daya AS
Lihat Juga :