Pertamina Hulu Rokan Akan Optimalkan Produksi Minyak

loading...
Pertamina Hulu Rokan Akan Optimalkan Produksi Minyak
PHR berkomitmen untuk meningkatkan produksi minyak di blok Rokan saat peralihan dari PT CPI. Foto/Dok.
JAKARTA - PT Pertamina Hulu Rokan (PHR) akan berupaya optimal untuk menjaga level produksi minyak di Blok Rokan agar tidak turun saat peralihan pengelolaan dari PT Chevron Pasific Indonesia (CPI). Menurut Bussiness Support Project Leader PHR, Danang Ruslan Saleh, manajemen PHR optimis level produksi akan meningkat setelah dikelola langsung oleh Pertamina Grup.

Seperti diketahui Blok Rokan merupakan KKKS (Kontraktor Kontrak Kerja Sama) yang merupakan salah satu lapangan terbesar di Indonesia dengan kontribusi mencapai 25% produksi minyak bumi dari total produksi nasional. Saat ini jumlah produksi minyak dari Blok ini sekitar 165 - 170 MBOPD.

(Baca Juga : Pengapalan ke-700, Sinergi Anak Usaha Pertamina Angkut Produksi Minyak Mentah Blok Cepu )

"Kami terus berkoordinasi dengan CPI. Semangat kami adalah growth untuk tumbuh itu harapan kami 5 tahun kedepan," ujar Danang dalam keterangan tertulisnya, Selasa (22/6/2021).

Danang juga memastikan bahwa PHR akan terus melakukan investasi agar level produksi kedepan tetap terjaga dengan baik. Proyek pemboran juga dipastikan akan tetap berlanjut untuk menemukan titik-titik baru sumber minyak. PHR bersama SKK Migas secara intensif melakukan pembahasan dan persiapan untuk mengelola blok itu secara mandiri tanpa CPI.

(Baca Juga : Peningkatan Produksi Minyak di Iran Perkuat Keamanan dan Kekuatan Politik )



"Kami sudah melakukan kesepakatan dengan SKK Migas untuk menyelesaikan masalah lingkungan kemudian perizinan kami juga bersama operator lama untuk menyelesaikannya,"katanya.

Sedangkan PT Perusahaan Listrik Negara (Persero) atau PLN menjamin pasokan listrik di Blok Rokan tetap aman meskipun pada 9 Agustus 2021 nanti sudah dikelola oleh PT Pertamina (Persero) melalui anak usahanya PT Pertamina Hulu Rokan (PHR).

Selama dikelola oleh PT Chevron Pasific Indonesia (CPI), pasokan listrik untuk blok Rokan ini berasal dari Pembangkit Listrik Tenaga Gas Uap (PLTGU) yang dimiliki oleh PT Mandau Cipta Tenaga Nusantara (MCTN) yang mayoritas sahamnya dimiliki Chevron Standar Ltd (CSL).

(Baca Juga : Produksi Minyak RI Diyakini Bakal Bertambah 3.500 Barel Minyak per Hari )



Direktur Niaga dan Manajemen Pelanggan PLN Bob Saril menjelaskan bahwa selama proses transisi pengelolaan blok Rokan dari CPI ke PHR, sudah dilakukan pembahasan mengenai penyediaan listriknya. Antara PLN dan Pertamina sejak Maret 2020 lalu sudah melakukan komunikasi tentang penyediaan listrik dan uap. Bahkan sudah dilakukan penandatanganan perjanjian jual beli tenaga listrik dan uap yang efektif pada Agustus 2021.
(dar)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top