Ini Hitung-hitungan Biaya Lockdown Sementara, Lebih Murah Kok!

loading...
Ini Hitung-hitungan Biaya Lockdown Sementara, Lebih Murah Kok!
Foto/ilustrasi/SINDOnews
JAKARTA - Pandemi Covid-19 tak kunjung usai. Malahan, kondisi saat ini semakin parah dengan melonjaknya jumlah kasus aktif . Dalam situasi seperti itu, lockdown menjadi salah satu pilihan tepat untuk menjadi rem pemerintah.

Ekonom sekaligus Direktur Center of Economics and Law Studies (CELIOS) Bhima Yudhistira menjelaskan, skenario dan prakiraan dana yang dibutuhkan pemerintah jika keputusan lockdown diambil.

Baca juga:Diprotes Gamers, Resolution Games Ogah Lagi Tayangkan Iklan Facebook

"Dengan asumsi lockdown Jakarta, per hari Rp550 miliar kebutuhan dananya, maka lockdown selama dua minggu butuh biaya Rp7,7 triliun," ujar Bhima kepada MNC Portal Indonesia di Jakarta, Rabu(23/6/2021).

Sementara itu, Jakarta asumsinya memiliki kontribusi 70% terhadap perputaran uang nasional. Pihaknya mengkalkulasi lockdown nasional sekurangnya membutuhkan biaya Rp11-25 triliun selama 14 hari.

"Biayanya lebih murah dibanding kerugian ekonomi daripada tidak lakukan lockdown. Skenario lockdown dua minggu pada Juni-Juli 2021, dengan eskalasi pertumbuhan ekonomi satu tahun penuh 2021 di kisaran 3% hingga 4,5%," tambah Bhima.



Baca juga:Pos Penyekatan Ditiadakan, Pelintas Jembatan Suramadu Wajib Tunjukkan SIKM

Risiko kehilangan PDB dengan asumsi target pertumbuhan 2021 sesuai APBN sebesar 5% atau PDB menjadi Rp16.205 triliun adalah sekitar Rp77 triliun hingga Rp308 triliun.

"Sementara itu, skenario tanpa lockdown pertumbuhan ekonomi 2021 justru akan minus di angka -0,5% hingga 2%, dengan risiko kehilangan PDB sebesar Rp463 triliun hingga Rp848 triliun," pungkasnya.
(uka)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top