Heboh Soal Masuknya TKA, Ini Penjelasan Ditjen Imigrasi

Senin, 05 Juli 2021 - 11:46 WIB
loading...
Heboh Soal Masuknya TKA, Ini Penjelasan Ditjen Imigrasi
Ditjen Imigrasi menjelaskan perihal masuknya 20 TKA asal China yang menjadi sorotan banyak pihak. Foto/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - Terkait maraknya pemberitaan masuknya 20 tenaga kerja asing (TKA) China ke Indonesia pada masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat di Jawa dan Bali, Direktorat Jenderal Imigrasi ikut buka suara.

Kabag Humas dan Umum Ditjen Imigrasi Arya Pradhana Anggakara dalam keterangan resminya menyampaikan bahwa TKA tersebut masuk ke Indonesia sebelum PPKM Darurat diterapkan.

Baca Juga: 20 TKA China Masuk Indonesia, Pemerintah Perlu Perhatikan Perasaan Rakyat

Berdasarkan pantauan di lapangan, kata dia, diketahui bahwa TKA tersebut mendarat di Bandara International Makassar Kabupaten Maros dengan pesawat Citilink QG-426 pada Sabtu, 3 Juli 2021 pukul 20.25 WITA dari Jakarta.

"Seluruh TKA tersebut masuk ke Indonesia dan telah melalui pemeriksaan keimigrasian di Tempat Pemeriksaan Imigrasi Bandara Soekarno-Hatta pada tanggal 25 Juni 2021 yaitu sebelum Masa PPKM Darurat di Jawa dan Bali 3-20 Juli 2021," paparnya.

Dia menambahkan, 20 TKA tersebut merupakan calon tenaga kerja asing yang akan bekerja dalam rangka uji coba kemampuan dalam bekerja di Proyek Strategis Nasional PT Huady Nickel-Alloy Kabupaten Bantaeng Sulawesi Selatan.

Baca Juga: Ojo Ngamuk Sik! Ini Lho Alasan Luhut Kenapa RI Banjir TKA China

"Saat ini Pemerintah masih memberlakukan pelarangan orang asing masuk ke Wilayah Indonesia untuk mencegah lonjakan persebaran covid-19. Aturan pelarangan ini mengacu kepada Peraturan Menkumham Nomor 26 Tahun 2020 tentang visa dan izin tinggal pada masa adaptasi kebiasaan baru," tegasnya.

Namun, aturan ini mengecualikan masuknya orang asing untuk tujuan esensial seperti bekerja di Proyek strategis nasional, penyatuan keluarga, dan alasan kemanusiaan.

"Selain memenuhi persyaratan keimigrasian, orang asing yang masuk Indonesia harus lolos pemeriksaan kesehatan oleh Tim Kemenkes sesuai protokol kedatangan orang dari luar negeri," tambahnya.
(fai)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1428 seconds (10.55#12.26)