PPKM Darurat Bikin Pengusaha 4 Ah: Gelisah-Resah, Pasrah dan Tabah
Selasa, 06 Juli 2021 - 18:37 WIB
loading...
A
A
A
Namun, dia mengatakan, pihaknya tetap mendukung kebijakan yang diambil pemerintah. Sebab, saat ini pemerintah memang berada di situasi yang cukup sulit.
“Kami coba untuk tidak marah, walau kebijakan pemerintah saat ini yang memberlakukan PPKM Darurat sangat-sangat akan memengaruhi daripada kelangsungan dunia usaha kita. Namun, kami juga menyadari bahwa ini pilihan sulit bagi pemerintah. Di satu sisi ingin juga menyelamatkan ekonomi kita, tapi di satu sisi bagaimana supaya keselamatan warga juga harus dijamin,” kata Sarman.
Baca Juga: Pengusaha Pribumi Minta Buruh Jangan Permasalahkan Upah Minimum Berlebihan
Sementara itu, Sarman menegaskan, walau para pengusaha sangat menderita akibat terdampak Covid-19 yang sudah ada selama kurang lebih satu tahun, pihaknya akan tetap berusaha menerima kebijakan pemerintah.
“Kami dari pengusaha tidak ada istilah tidak mendukung, walaupun hati kecil kami sangat-sangat menangis. Karena kita bisa menyadari bahwasanya hampir satu tahun merasakan dampak Covid-19 ini. Misalnya, cashflow yang sudah sangat terjepit, yang namanya profit, yang namanya omzet itu sudah semakin tertekan sekali. Dan di satu sisi biaya operasional kita juga sangat-sangat menantang,” tegasnya.
“Kami coba untuk tidak marah, walau kebijakan pemerintah saat ini yang memberlakukan PPKM Darurat sangat-sangat akan memengaruhi daripada kelangsungan dunia usaha kita. Namun, kami juga menyadari bahwa ini pilihan sulit bagi pemerintah. Di satu sisi ingin juga menyelamatkan ekonomi kita, tapi di satu sisi bagaimana supaya keselamatan warga juga harus dijamin,” kata Sarman.
Baca Juga: Pengusaha Pribumi Minta Buruh Jangan Permasalahkan Upah Minimum Berlebihan
Sementara itu, Sarman menegaskan, walau para pengusaha sangat menderita akibat terdampak Covid-19 yang sudah ada selama kurang lebih satu tahun, pihaknya akan tetap berusaha menerima kebijakan pemerintah.
“Kami dari pengusaha tidak ada istilah tidak mendukung, walaupun hati kecil kami sangat-sangat menangis. Karena kita bisa menyadari bahwasanya hampir satu tahun merasakan dampak Covid-19 ini. Misalnya, cashflow yang sudah sangat terjepit, yang namanya profit, yang namanya omzet itu sudah semakin tertekan sekali. Dan di satu sisi biaya operasional kita juga sangat-sangat menantang,” tegasnya.
(akr)
Lihat Juga :