Erick Thohir Ungkap Mengapa Indonesia Harus Jadi Negara Pop Culture

Minggu, 18 Juli 2021 - 20:55 WIB
loading...
Erick Thohir Ungkap Mengapa Indonesia Harus Jadi Negara Pop Culture
Menteri BUMN Erick Thohir kembali bicara ihwal kemungkinan Indonesia menjadi negara Pop Culture. Foto/Dok
A A A
JAKARTA - Menteri BUMN Erick Thohir kembali bicara ihwal kemungkinan Indonesia menjadi negara 'Pop Culture'. Saat berbicara dengan para pelaku industri kreatif , Erick meyakini ada 3 pondasi yang dapat mewujudkan Indonesia menuju ke sana.

Pondasi pertama menurut Erick adalah market yang besar di tanah air. Menurutnya, ukuran pasar berbeda di masing-masing daerah.

Baca Juga: Ciptakan Lapangan Kerja, Sandiaga Uno Dorong Kolaborasi Perbankan Tingkatkan Ekonomi Kreatif

Kedua, pondasi generasi muda yang Erick nilai sebagai kelompok pembawa tren. Dirinya menilai anak muda Indonesia mempunyai daya kreativitas yang perlu dikembangkan.

Ketiga adalah pondasi nilai dan kebudayaan yang kaya. Erick melihat bahwa Indonesia memiliki aneka keragaman budaya yang perlu dieksplorasi.

"Kita harus menjadi negara pop culture, kenapa? Indonesia punya pondasinya, satu market, kedua banyak generasi muda yang membuat tren. Ketiga, kita punya nilai kreativitas yang luar biasa," terang Erick Thohir dalam diskusi Indonesia Creative Cities Network (ICCN) ’Jatim Obah Bareng’.



Baca Juga: Wahai Pelaku Industri Konten, Menteri Erick: Jangan Takut, Nanti Uangnya Dicariin

Erick menambahkan bahwa para pelaku industri kreatif membutuhkan roadmap sebagai panduan untuk mengidentifikasi jaringan antar-daerah.

Meski pandemi Covid-19 memberi dampak besar bagi pelaku ekonomi kreatif, Erick mengimbau agar para pembuat konten untuk terus menjadi lokomotif bagi komunitas-komunitas.

"Saya yakin kalo kita serius, kita punya pondasi yang kuat berbasis kreativitas, generasi muda yang membawa tren, dan kebudayaan kita yang kaya, saya yakin Indonesia akan punya basis kreativitas untuk ekonomi yang berkelanjutan," tukasnya.
(akr)
Mungkin Anda Suka
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.2992 seconds (11.97#12.26)