Usaha Jasa Pengendalian Hama Ikut Terdampak Covid-19

Senin, 13 April 2020 - 14:22 WIB
loading...
Usaha Jasa Pengendalian...
Ketua Umum ASPPHAMI, Boyke Arie Pahlevi (dua dari kanan). Foto/Dok.
A A A
JAKARTA - Wabah Covid-19 yang berimbas pada kinerja sektor usaha hotel, restoran dan kafe (horeka) membawa dampak ikutan bagi sektor usaha pengendalian hama. Pasalnya, banyak horeka melakukan efesiensi sampai dengan penutupan usaha selama wabah ini terjadi, dan berdampak pula pada pengurangan ataupun pemberhentian kegiatan pengendalian hama.

Ketua Bidang Diklat Litbang Usaha Asosiasi Perusahaan Pengendalian Hama Indonesia (ASPPHAMI), Ida Rosyidah, mengatakan dengan pengurangan ataupun pemberhentian kegiatan pest control (pengendalian hama) akan menimbulkan lonjakan populasi hama seperti tikus, kecoa, nyamuk, semut dan serangga hama permukiman lainnya. Sehingga dapat menimbulkan penyakit seperti DBD, leptospirosis, pes, diare, chikungunya dan kerugian lainnya.

"Kami sangat menyayangkan hal ini karena pengendalian hama sama pentingnya dengan penanggulan Covid-19. Jadi sebaiknya tidak dikesampingkan karena dikhawatirkan populasi hama akan terus meningkat dan nantinya menjadi masalah baru," ungkap Ida.

Menurutnya, pest control merupakan kegiatan yang wajib dilakukan dalam bangunan gedung, untuk memastikan kesehatan dan keandalan bangunan gedung. Hal ini tertuang dalam Peraturan Menteri PUPR No. 24 tahun 2008 tentang Pedoman Pemeliharaan dan Perawatan Bangunan Gedung yang merupakan turunan dari Undang-Undang No. 28 tahun 2002 Tentang Bangunan Gedung.

Ketua Umum ASPPHAMI, Boyke Arie Pahlevi, mengakui jika usaha jasa pengendalian hama ikut terdampak wabah Covid-19 karena banyaknya industri horeka melakukan efisensi. Pihaknya berharap kegiatan pest control di industri hotel, restoran dan kafe dapat tetap berjalan agar tidak terjadi lonjakan populasi hama, walaupun dilakukan secara minimal dengan upaya pengendalian maksimal.

"Dampak perekonomiannya sudah besar, tapi jangan sampai nanti dampak kesehatannya menjadi lebih besar jika adanya penghentian pest control," ungkap Boyke, Senin (13/4/2020).

Boyke menuturkan, selama ini kegiatan pengendalian hama sudah dilakukan hampir disemua sektor swasta, karena berkaitan dengan regulasi yang mengharuskan dilakukannya pest control, disamping juga isu standardisasi, higienitas dan sanitasi.

Di sisi lain, kata dia, ASPPHAMI selaku pengusaha yang bergerak di bidang pengendalian hama bisa lebih berperan mendukung program pemerintah dalam memerangi wabah Covid-19. Jasa pengendalian hama sangat dibutuhkan baik dalam memberikan layanan pencegahan Covid-19 melalui proses desinfektan untuk rumah, kantor, pabrik, pergudangan, rumah sakit dan lain lain.

"Sebagai industri yang mendukung jasa pelayanan kesehatan tentunya kami senantiasa berupaya untuk berkontribusi semaksimal mungkin dengan mengutamakan keamanan, keselamatan dan juga kualitas layanan," ujarnya.

Senada dengan ASPPHAMI, Profesor Upik Kesumawati dari Kedokteran Hewan IPB mengatakan, tanpa kegiatan pengendalian hama, lonjakan populasi hama diperkirakan bisa berlipat ganda dan secara eksponensial, khususnya nyamuk, lalat, kecoa dan tikus.

"Jika tidak dikendalikan, populasi akan meningkat dan dapat menimbulkan masalah baru," kata dia.

Di tengah meluasnya wabah Covid-19, kasus Demam Berdarah Dengue (DBD) sudah mulai meningkat di beberapa daerah. Menurut data Kementerian Kesehatan per 7 April 2020, DBD telah mencapai 41.091 kasus dengan 260 diantaranya meninggal dunia.
(bon)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ramalan Bill Gates:...
Ramalan Bill Gates: Virus Covid-19 Akan seperti Flu Biasa Usai Omicron Berlalu
Cegah Varian Delta India...
Cegah Varian Delta India Ngamuk di RI, Jokowi Diminta Lockdown Besar-besaran
Waspada! Menular Sangat...
Waspada! Menular Sangat Cepat, Mutasi Virus Corona Serang Kudus & Madura
Cussons Dukung Pemerintah...
Cussons Dukung Pemerintah Galakkan Gerakan 3M
Vaksin Sputnik V Asal...
Vaksin Sputnik V Asal Rusia Diklaim Bisa Kebal Covid-19 Selama Dua Tahun
Siap-siap! Jam 19.00...
Siap-siap! Jam 19.00 Teng Mal di Jabodetabek Harus Tutup
Varian Baru COVID-19...
Varian Baru COVID-19 'Cicada' Menyebar ke 23 Negara, Ini yang Perlu Diketahui
Kemenkes Deteksi Ada...
Kemenkes Deteksi Ada 72 Kasus Covid-19 Varian Baru di Indonesia
Varian Baru Covid-19...
Varian Baru Covid-19 Terdeteksi Sudah Berada di AS
Rekomendasi
15.080 Peserta Siap...
15.080 Peserta Siap Ikuti Riau Bhayangkara Run 2026
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
WhatsApp Menguji Fungsi...
WhatsApp Menguji Fungsi Fitur Lihat Sekali untuk Pesan
Berita Terkini
Energi Menjadi Medan...
Energi Menjadi Medan Perang AS-China di Abad Ini
PLN EPI Targetkan Pengembangan...
PLN EPI Targetkan Pengembangan Bio-CNG Berbasis Limbah Sawit Dukung Transisi Energi
IHSG dan Rupiah Tertekan,...
IHSG dan Rupiah Tertekan, Pasar Uji Kredibilitas Sistem Keuangan Indonesia
Redam Sentimen Sell...
Redam Sentimen 'Sell Indonesia', Ini Saran dari Ekonom
Soroti Pelemahan Rupiah,...
Soroti Pelemahan Rupiah, BADKO HMI Jatim Dorong Evaluasi Kebijakan Moneter
Kanda Dukung Afi Trending...
'Kanda Dukung Afi' Trending Global Jelang Pemilihan Ketum Hipmi
Infografis
19 Kampus Indonesia...
19 Kampus Indonesia yang Peringkat Dunianya Melonjak di QS WUR 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved